Skripsi
Efektivitas model pembelajaran learning cycle 5E untuk mengatasi kesulitan pemahaman konsep reaksi redoks pada siswa kelas X SMAN 9 Malang / Anis Fitria
Abstrak
ABSTRAK Fitria Anis. 2017. Efektivitas Model Pembelajaran Learning Cycle 5E untuk Mengatasi Kesulitan Pemahaman Konsep Reaksi Redoks Pada Siswa Kelas X SMAN 9 Malang. Skripsi Jurusan Kimia FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Dr. Hj. Endang Budiasih M.S (II) Dra. Dedek Sukarianingsih M.Pd. M.Si. Kata kunci Leaning Cycle 5E kesulitan pemahaman konsep reaksi redoks Reaksi redoks adalah salah satu materi kimia yang dibelajarkan pada siswa SMA kelas X. Beberapa penelitian menunjukkan masih banyak siswa yang mengalami kesulitan dalam memahami konsep-konsep reaksi redoks. Kesulitan yang dialami siswa kemungkinan dipengaruhi oleh faktor internal (aktivitas siswa masih pasif) dan faktor eksternal yaitu penggunaan model pembelajaran yang kurang inovatif dalam kegiatan pembelajaran. Guru masih cenderung memberikan pembelajaran kimia dengan menggunakan model pembelajaran konvensional (teacher centered learning). Hal ini membuat kemampuan berpikir dan keaktifan siswa untuk belajar sangat rendah mereka cenderung pasif dan hanya mencatat keterangan yang diberikan oleh guru. Berdasarkan saran penelitian terdahulu diperlukan perubahan strategi pembelajaran yang cenderung berpusat pada guru menuju pembelajaran konstruktivistik yang berpusat pada siswa. Salah satu model pembelajaran yang berorientasi pada pembelajaran konstruktivistik adalah Learning Cycle 5E. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) keterlaksanaan model pembelajaran Learning Cycle 5E dan model pembelajaran konvensional 2) perbedaan hasil belajar antara siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Learning Cycle 5E dan siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional 3) efektivitas model pembelajaran Learning Cycle 5E dalam mengatasi kesulitan pemahaman konsep reaksi redoks pada siswa kelas X SMAN 9 Malang. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian eksperimen semu dengan model post test only control group design. Populasi penelitian adalah semua siswa kelas X SMA Negeri 9 Malang. Pengambilan sampel menggunakan teknik cluster random sampling dan diperoleh dua kelas yaitu kelas X-IPA 2 sebagai kelas eksperimen dan kelas X-IPA 5 sebagai kelas kontrol. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini antara lain (1) Silabus (2) RPP (3) LKS (4) Lembar Penilaian Afektif (5) Soal Ulangan Harian. Teknik analisis data yang digunakan meliputi analisis deskriptif dan statistik. Analisis deskriptif digunakan untuk menganalisis keterlaksanaan pembelajaran dan nilai afektif siswa. Analisis statistik dengan uji-t (independent samples t- test) digunakan untuk menguji perbedaan hasil belajar kognitif siswa pada kelas eksperimen dan kelas kontrol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Keterlaksanaan model pembelajaran Learning Cycle 5E memiliki rata-rata sebesar 92 01% dan keterlaksanaan model pembelajaran konvensional sebesar 88 54%. (2) Ada perbedaan hasil belajar antara siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Learning Cycle 5E dan model pembelajaran konvensional. Rata-rata hasil belajar kognitif siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Learning Cycle 5E ( 80 11) lebih tinggi dari pada siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional ( 74 51). Hasil belajar afektif siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Learning Cycle 5E ( 84 50) lebih tinggi dari pada siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional ( 77 80). Dengan demikian model pembelajaran Learning Cycle 5E efektif untuk mengatasi kesulitan pemahaman konsep reaksi redoks pada siswa kelas X SMAN 9 Malang. ABSTRACT Fitria Anis. 2017. Effectivity of the Learning Cycle 5E Model to Resolve the Difficulty in Understanding the Concept of Redox Reaction for Students of 10th Grade SMAN 9 Malang. Thesis Department of Chemistry State University of Malang. Supervisor (I) Dr. Hj. Endang Budiasih M.S (II) Dra. Dedek Sukarianingsih M.Pd. M.Si. Keywords Learning Cycle 5E the difficulties in understanding the concept redox reaction. Redox reaction is one of the chemistry subject matter given to students of 10th grade of Senior High School. Some studies show there are many students do not understand the concepts of redox reaction. The difficulties experienced by students may be affected by internal factor (passive students activities) and the external factor is the less innovative learning models used in teaching and learning process. Teachers still provide chemistry learning by using conventional learning model (teacher centered learning). This makes students thinking and active in learning very low they tend to be passive and only write the information given by the teacher. Based on the suggestions of previous study it is necessary to change teaching strategies that focus on teachers toward constructivist learning that is student-centered. One of the learning-oriented model of constructivist learning is Learning Cycle 5E. This study aims to identify 1) the implementation of Learning Cycle 5E model and conventional learning model 2) the difference of learning outcomes between students who are taught by of Learning Cycle 5E model and students who are taught by conventional learning model 3) the effectiveness of Learning Cycle 5E model to resolve the difficulties of understanding the concept of redox reaction in the class X SMAN 9 Malang. This research uses quasy experimental design with post-test only control group design model. The study population is all the students of class X SMAN 9 Malang. The sample taken by cluster random sampling technique and obtained two classes class X-IPA 2 as experimental class and class X-IPA 5 as a control class. The instruments used in this research are (1) Syllabus (2) Lesson Plan (3) Students Worksheet (4) Affective Assessment Sheet (5) Daily Deuteronomy Problem. Data analysis techniques used are descriptive and statistical analysis. Descriptive analysis is used to analyze the implementation of learning and affective value of students. Statistical analysis with t-test (independent samples t-test) is used to test the difference of students learning outcomes in the experimental class and control class. The results show (1) The implementation of Learning Cycle 5E model has an average of 92.01% and the implementation of conventional learning model of 88.54%. (2) There are differences in learning outcomes between students who were taught by Learning Cycle 5E model and conventional learning model. The average of cognitive learning outcomes of students who were taught by the Learning Cycle 5E model ( 80 11) was higher than the students who were taught by conventional learning model ( 74 51). Students affective learning outcomes Learning Cycle 5E model ( 84 50) was higher than those taught by conventional learning model ( 77 80). This Learning Cycle 5E model is effective to resolve the difficulties in understanding the concepts of redox reaction in students of class X SMAN 9 Malang.