Skripsi
Pengembangan bahan ajar kimia materi larutan elektrolit dan non elektrolit berbasis inkuiri terbimbing untuk peserta didik SMA/MA kelas X / Yuslim Nashru Sahara
Abstrak
ABSTRAK Sahara Y.N. 2017. Pengembangan Bahan Ajar Kimia Materi Larutan Elektrolit dan Non Elektrolit Berbasis Inkuiri Terbimbing untuk Peserta Didik SMA/MA Kelas X. Skripsi Jurusan Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Dr. Fauziatul Fajaroh M.S. (2) Dr. Sumari M.Si. Kata Kunci Bahan ajar inkuiri terbimbing kurikulum 2013 larutan elektrolit dan non elektrolit Kurikulum 2013 merupakan produk dari penyempurnaan dan pengembangan kurikulum lama tetapi kurikulum tersebut lebih menekankan pada keseimbangan antara pengembangan sikap spiritual dan sosial rasa ingin tahu kreativitas kerja sama dengan kemampuan intelektual dan psikomotorik. Seiring dengan berubahnya kurikulum menjadi kurikulum 2013 secara otomatis semua komponen penyusunnya. Salah satunya adalah bahan ajar. Bahan ajar yang digunakan harus sesuai dengan kurikulum 2013. Faktanya bahan ajar yang selama ini digunakan masih bersifat uraian materi dan tidak menuntut peserta didik untuk mengkonstruk konsep. Untuk itu perlu adanya pengembangan bahan ajar yang sesuai dengan standar kurikulum 2013 sebagai perbaikan penanaman konsep bagi peserta didik. Berdasarkan uraian tersebut maka peneliti melakukan pengembangan bahan ajar berbasis inkuiri terbimbing. Tujuan dari pengembangan bahan ajar ini adalah menghasilkan bahan ajar larutan elektrolit dan non elektrolit yang sesuai dengan standar kurikulum 2013 menggunakan pendekatan saintifik berbasis inkuiri terbimbing dan mengetahui kelayakan bahan ajar yang dihasilkan. Pengembangan ini dilakukan menggunakan model pengembangan 4D-Model dari Thiagarajan yang terdiri dari 4 tahapan yakni define (pembatasan) design (perancangan) develop (pengembangan) dan disseminate (penyebaran). Namun pengembangan bahan ajar ini hanya dilakukan hingga pada tahap ketiga yaitu develop. Validasi bahan ajar dilakukan oleh satu orang dosen kimia dan dua orang guru kimia. Instrumen yang digunakan adalah lembar validasi berupa angket dan lembar komentar atau saran terhadap bahan ajar. Uji keterbacaan dilakukan oleh peserta didik di MAN Kota Batu dan SMAN 2 Trenggalek. Berdasarkan hasil analisis data bahan ajar dinyatakan sangat layak dengan rata-rata 4.2 oleh validator dan 4.5 dari skala 5 pada uji keterbacaan oleh peserta didik. Jadi dapat disimpulkan bahwa bahan ajar dikategorikan sangat layak. Pengembangan lebih lanjut dapat dilakukan melalui uji empirik bahan ajar dengan sampel yang lebih luas untuk mengetahui keefektifan bahan ajar dalam pembelajaran ABSTRACT Sahara Y.N. 2017. Development of Chemistry Teaching Materials of Electrolyte and Nonelectrolyte Solutions Based on Guided Inquiry for Grade X of Senior High School Students. Thesis Chemistry Department Faculty of Mathematics and Science State University of Malang. Advisor (1) Dr. Fauziatul Fajaroh M.S. (2) Dr. Sumari M.Si. Keywords Teaching Materials Guided Inquiry Curriculum 2013 Electrolyte And Non-Electrolyte Solutions The curriculum 2013 is an improvement and development product of the old curriculum but this curriculum emphasizes on the balance among the development of spiritual and social attitudes curiosity creativity and cooperation with intellectual and psychomotor abilities. As the changes of curriculum into the curriculum 2013 automatically all of it s the components of the curriculum are included to change. One of them is teaching material. The teaching materials used must be in accordance with the curriculum 2013. In fact teaching materials used this time provide concept descriptively and do not guide students to construct concept. Therefore it is necessary to develop teaching materials in accordance with the standards of the curriculum 2013as an improvement of concept building for learners. Based on the description the researcher conducted the development of teaching materials based on guided inquiry. The purpose of this study was produce teaching materials of electrolyte and non-electrolyte solution in accordance with the standards of the curriculum 2013 using a guided inquiry-based scientific approach and knowing the feasibility of the teaching materials. The development was done by using 4D model developed by Thiagarajan which consists of 4 stages define design develop and disseminate. However the development of teaching materials was only done until the third stage of 4D model development. Validation of teaching materials was done by one chemistry lecturer and two chemistry teachers. The instruments used were validation sheets from questionnaires and comments or suggestions about teaching materials. Test of legibility were done by learners in MAN Kota Batu and SMAN 2 Trenggalek. Based on the results of data analysis the teaching materials very feasible with an average of 4.2 by the validator and 4.5 in the test legibility by learners. So it can be concluded that the teaching materials are categorized as very feasible. Further development can be done through empirical test of teaching materials with a wider sample to know the effectiveness of materials in teaching learning.