Skripsi
Linguistik incogruity in the internet Memes: study of humor / Langgeng Aji Wicaksono
Abstrak
ABSTRAK Wicaksono Langgeng Aji.2017. Linguistic Incongruity in the Internet Memes Study of Humor. Skripsi Jurusan Sastra Inggris Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Pembimbing 1) Maria Hidayati S.S M.A. dan 2) Dr. Johannes A. Prayogo M.Pd M.Ed. Kata kunci linguistic incongruity Internet meme humor Humor sudah ada cukup lama dengan ciri khasnya. Kita tidak bisa menyangkal bahwa humor juga merupakan bagian dari kehidupan sosial kita. Melalui humor kita bersosialisasi berkomunikasi mengkritik bahkan menyindir soal isu tertentu dalam kehidupan kita sehari-hari. Itu menunjukkan bagaimana humor dekat dengan kehidupan kita. Kita dapat dengan mudah menemukan humor di setiap tempat. Dengan perkembangan teknologi terlebih apalagi dengan ditemukannya internet saat ini humors menghadirkan hiburan di Internet. Ini menciptakan fenomena baru dari Internet meme. Penelitian ini berfokus pada mempelajari satu meme tertentu yang dikenal dengan sebutan pun dog meme. Tujuannya adalah untuk menganalisis ketidaksesuaian linguistik puns dan bentuk humor yang digunakan dalam pun dog meme. Desain penelitian dari penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Data penelitian ini diambil dari situs terbesar dan populer bernama imgflip (imgflip.com). Peneliti memilih 20 data pun dog meme dari 70 posting terbaru di situs ini dari bulan Januari sampai Februari 2017. Setelah mendapatkan data tersebut peneliti mulai menganalisis dan mengkategorikan ketidaksesuaian linguistik yang terjadi pada pun dog meme. Langkah terakhir adalah menyimpulkan jenis ketidaksesuaian linguistic bentuk humor dan penempatan puns. Penemuan data dan analisa data menunjukan phonology-oriented incongruity lebih sering digunakan dengan presentase mencapai 80% dan diikuti dengan lexis-oriented incongruity dengan presentase 20%. Phonology-oriented incongruity memanipulasi homophony dan homonym dalam kata dan frasa. Sedangkan lexis-oriented incongruity lebih bermain pada penggunaan kata buatan (coinage word). Selain itu empat (4) data ditemukan meletakkan pun pada setup dan enam belas (16) data ditemukan meletakkan pun pada punchline. Selain itu tujuh (7) data ditemukan menggunakan bentuk one-liners dan tiga belas (13) data menggunakan riddle. Studi ini menyarankan siswa linguistik untuk melihat lebih dalam studi tentang humor karena ada banyak aspek menarik yang dapat dipelajari. Bagi orang pada umumnya juga bisa belajar humor lebih dalam karena membantu mereka untuk lebih memahami humor lebih baik dari sebelumnya.