UPT Perpustakaan UM

  • Beranda
  • Informasi
  • Repository UM
  • SIPADU UM
  • OPAC SIPADU

Pencarian Spesifik

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title

Tesis

Pengembangan media pembelajaran virtual laboratory mata kuliah rekayasa genetika berbasis penelitian DNA barcoding / Winda Dwi Astuti

Astuti, Winda Dwi - Nama Orang;

Abstrak
ABSTRAK Astuti Winda Dwi. 2016. Pengembangan Media Pembelajaran Virtual Laboratory Matakuliah Rekayasa Genetika Berbasis Penelitian DNA Barcoding. Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dra. Dwi Listyorini Msi D.Sc. (II) Dr. Hj. Dahlia M.S. Kata Kunci media pembelajaran virtual laboratory rekayasa genetika DNA barcoding. Media virtual laboratory dilengkapi gambar animasi untuk memadukan konsep dan memudahkan mahasiswa memahami materi kompleks. Penelitian ini dilaksanakan dengan mengembangkan media pembelajaran virtual laboratory berbasis penelitian DNA Barcoding durian merah Banyuwangi sebagai potensi hortikultura yang memiliki nilai eksotis dan tergolong langka. Penelitian DNA Barcoding terhadap durian merah juga membantu dalam mempertahankan sumber daya genetik dari kepunahan. Durian merah dapat ditemukan di kecamatan Glagah Songgon dan Licin. Tujuan penelitian ini yaitu menghasilkan produk media pembelajaran virtual laboratory. Penelitian ini menggunakan model pengembangan 4D yang terdiri dari 4 tahapan yaitu define design develop dan disseminate. Instrumen pengumpulan data menggunakan lembar angket pedoman wawancara dan lembar pengamatan. Data yang diperoleh berupa data kuantitatif dan kualitatif. Data kuantitatif berupa nilai validasi ahli materi ahli media dan praktisi lapangan dengan saran sebagai data kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara tidak signifikan (0 375 8805 0 05) media pembelajaran virtual laboratory meningkatkan hasil belajar mahasiswa. Peningkatan yang tidak signifikan disebabkan beberapa hal yaitu 1) petunjuk penggunaan media yang tidak jelas 2) Desain media kurang menarik 3) Penggunaan istilah kurang tepat dan 4) Isi materi belum sesuai dengan capaian pembelajaran. Ketidakjelasan petunjuk membuat minat belajar mahasiswa menurun. Desain yang kurang menarik belum menciptakan model pembelajaran baru yang lebih baik. Penggunaan istilah yang kurang tepat akan menyebabkan miskonsepsi antara dosen dan mahasiswa. Isi media pembelajaran belum sesuai capaian pembelajaran tidak meningkatkan hasil belajar mahasiswa. Media virtual laboratory seharusnya memfasilitasi mahasiswa dalam menyimpulkan prinsip ilmiah dengan melakukan percobaan. Selain itu bagi dosen media ini dapat digunakan sebagai media pembelajaran matakuliah rekayasa genetika. ABSTRACT Astuti Winda Dwi. 2016. Virtual Laboratory Learning Media Development for Genetic Engineering Course Based on DNA Barcoding Research. Postgraduated State University of Malang. Supervisor (I) Dra. Dwi Listyorini Msi D.Sc. (II) Dr. Hj. Dahlia M.S. Keywords learning media virtual laboratory genetic engineering DNA barcoding. Virtual laboratory learning media is equipped with animated images to have united the concepts and make it easier for students to understand complex material. This research has to develop virtual laboratory learning media based on DNA Barcoding research with red durian from Banyuwangi. This plant has exottic value and almost extinct. Research also saves its genetic source from extinct. This durian found in Glagah Songgon dan Licin district. Research aims to produce virtual laboratory learning media product. This research uses 4D development model consisting of 4 stages define design develop and disseminate. Instrument of collection data use questionnaires interview guides and observation sheets. Data obtained in the form of quantitative and qualitative data. Quantitative data by validation value of material experts media experts and field practitioners with suggestions as qualitative data. The results showed that (0.375 8805 0.05) virtual laboratory learning media improve student learning outcomes unsignificantly. Unsignificant caused by several things they are 1) unclear media usage guidelines 2) media design is less attractive 3) using term is not appropriate and 4) material content is not suitable with the learning purpose. Less clarity of clues makes students interest in learning decrease. Less attractive designs have not created a better new learning model. Using of inappropriate terms will lead to misconceptions between lecturers and students. The content of instructional media is not appropriate learning achievement does not improve student learning outcomes. Virtual laboratory learning media should facilitate students in concluding the scientific principles by experimenting. In addition for lecturers of this media can be used as a medium for learning genetically engineered subjects.


Informasi Detail
DDC
Rt 660.65078 AST p
Prodi
Universitas Negeri Malang. Program Studi Pendidikan Biologi, 2017.
Deskripsi Fisik
vii, 82 lembar : il. , tab. ; 30 cm
Bahasa
Indonesia
No Reg
03300/KI/17
Edisi
Tesis (Pasca Sarjana)--Universitas Negeri Malang. 2017
Subjek
1. REKAYASA GENETIKA - MEDIA PEMBELAJARAN
2. GENETIC ENGINEERING - STUDY AND TEACHING

Pembimbing
1. Dwi Listyorini ; 2. Dahlia
Lampiran Berkas
You must be logged in to get fulltext


UPT Perpustakaan UM
  • Berita

Tentang Kami

TIM IT Perpustakaan 2023

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS

Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik