Tesis
Manajamen peserta didik yang mengintegrasikan pendidikan karakter pada madrasah ibtidaiyah dan sekolah dasar di Kabupaten Kediri ( Studi multi kasus pada MIN Kanigoro Kras dan SDN Sukorejo 1 Ngasem) / Ika Nova Margariena
Abstrak
ABSTRAK Margariena Ika Nova. 2017. Manajemen Peserta Didik yang Mengintegrasikan Pendidikan Karakter pada Madrasah Ibtidaiyah dan Sekolah Dasar di Kabupaten Kediri (Studi Multi Kasus pada MIN Kanigoro Kras dan SDN Sukorejo 1 Ngasem). Tesis. Program Studi Manajemen Pendidikan Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Prof. Dr. H. Ali Imron M.Pd. M.Si. (II) Drs. H. Burhanuddin M.Ed. Ph.D. Kata Kunci manajemen peserta didik pendidikan karakter MI/ SD. Pendidikan mempunyai peranan penting dalam upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia karena kontribusinya sangat besar bagi kemajuan suatu bangsa. Sekolah mempunyai misi dalam mencetak sumber daya manusia yang berkualitas yakni yang menguasai ilmu pengetahuan keterampilan dan berkarakter. Dewasa ini pendidikan karakter dikembangkann untuk diintegrasikan di semua tingkatan sekolah termasuk di tingkat dasar. Namun banyak sekolah tingkat dasar yang belum memahami sepenuhnya pelaksanaan pendidikan karakter di sekolah. Untuk mencetak peserta didik yang berkualitas dan berkarakter dibutuhkan manajemen peserta didik yang baik di setiap sekolah. Selain itu fenomena yang terjadi di Kabupaten Kediri banyak bermunculan madrasah/ sekolah baru yang menekankan pendidikan karakter di sekolah. Berdasarkan konteks tersebut peneliti merumuskan fokus penelitian yang terdiri dari (1) penerimaan peserta didik pada MI/ SD (2) orientasi peserta didik yang mengintegrasikan pendidikan karakter pada MI/ SD (3) pembinaan peserta didik yang mengintegrasikan pendidikan karakter pada MI/ SD (4) evaluasi pembinaan peserta didik yang mengintegrasikan pendidikan karakter pada MI/ SD. Untuk menggambarkan kondisi keempat fokus tersebut peneliti menggunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan studi multi kasus. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode wawancara mendalam observasi partisipan dan studi dokumentasi. Penelitian ini menggunakan dua tahap analisis data yaitu analisis data tunggal dan analisis data lintas kasus. Analisis data tunggal dilaksanakan dengan melakukan reduksi data penyajian data serta penarikan kesimpulan sementara sedangkan analisis lintas kasus dilakukan dengan mengintegrasikan kedua temuan pada setiap masing-masing kasus. Adapun hasil penelitian yang dapat diambil kesimpulan adalah sebagai berikut (1) penerimaan peserta didik meliputi (a) sistem penerimaan peserta didik baru pada MI/ SD berhubungan dengan perumusan kebijakan pelaksanaan penerimaan peserta didik baru bersifat terbuka obyektif akuntabel dan tidak diskriminatif. Prosedur penerimaan peserta didik baru dirumuskan oleh panitia dengan menyebarkan informasi penerimaan peserta didik baru dengan menyebarkan brosur memasang spanduk serta mengadakan lomba menggambar dan mewarnai bagi peserta didik TK/ RA yang akan masuk SD. Penerimaan peserta didik baru menggunakan sistem seleksi administrasi dan sistem promosi disertai kelengkapan administrasi. Pengumuman peserta didik yang diterima sekaligus melakukan daftar ulang dengan mengisi surat pernyataan sanggup mematuhi tata tertib dan keputusan sekolah dan kegiatan daftar ulang dilakukan selama 1 hari (b) problematika dalam penerimaan peserta didik baru yaitu protes dari LSM terkait pelaksanaan PPDB di MI yang mendahului PPDB SD PPDB di SD yang lebih lambat dan kalah bersaing dengan MI yang menggunakan penawaran menarik (memberikan tas sepatu seragam) mengalami kendala menentukan peserta didik yang akan diterima jika memiliki nilai/ bobot sama banyak peserta didik yang lebih memilih bersekolah di kota kebijakan yang lebih mengutamakan putra daerah membatasi peserta didik dari luar daerah yang berprestasi dan terkadang menerima peserta didik ABK (2) orientasi peserta didik meliputi (a) tujuan orientasi adalah menanamkan pendidikan karakter peserta didik sejak dini (b) pekan orientasi dilaksanakan selama 3 hari untuk mengenalkan peserta didik dengan lingkungan sosial lingkungan fisik teman sejawat layanan khusus dan prestasi serta pembinaan yang ada di sekolah (3) pembinaan peserta didik meliputi (a) pembinaan aspek akademik non akademik dan kedisiplinan (b) teknik pembinaan peserta didik yaitu dengan pemberian jam tambahan olimpiade MIPA dan persiapan UNAS pembinaan intensif peserta didik terpilih untuk mengikuti perlombaan dan kegiatan BTQ yang terintegrasi dengan mata pelajaran. Pada bidang non akademik dilakukan dengan bekerjasama dengan pembina dari luar dan lingkungan dalam penggunaan sarpras partisipasi orangtua dalam membentuk paguyuban dan pemantauan bakat istimewa peserta didik yang akan diarahkan berlatih bersama club proffessional. Pada bidang kedisiplinan dilakukan dengan pembiasaan disiplin kelas pembiasaan jabat tangan pembiasaan kegiatan rutin sekolah (4) evaluasi pembinaan meliputi (a) evaluasi kegiatan akademik pada saat ulangan harian ulangan tengah semester UAS dan UNAS. Non akademik dilihat dari prestasi yang dicapai peserta didik sedangkan evaluasi kedisiplinan dilihat dari perubahan tingkah laku peserta didik dalam mentaati tata tertib (b) tindak lanjut evaluasi pembinaan yaitu memberikan penghargaan kepada peserta didik berprestasi publikasi prestasi peserta didik pemberian remidial dan pengayaan pemberian jam tambahan persiapan menjelang UNAS dan Olimpiade dan pemberian pembinaan yang mendidik bagi peserta didik yang melanggar tata tertib. Saran yang peneliti kemukakan adalah (1) bagi bidang Pendidikan Islam dan Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri sebaiknya membuat kebijakan yang relevan dengan kondisi wilayah lembaga pendidikan dalam hal meningkatkan kualitas manajemen peserta didik dan mengacu dari kebijakan pusat untuk meningkatkan kompetensi lembaga pendidikan di wilayahnya agar tidak kalah kualitasnya dengan sekolah swasta/ sekolah yang ada di wilayah kota (2) bagi kepala Madrasah/ Sekolah sebaiknya mempertahankan prestasi yang sudah dicapai dan menindaklanjuti hasil evaluasi kegiatan dan selalu membuat terobosan yang inovatif (3) bagi guru sebaiknya terus meningkatkan kompetensi yang dimiliki menjaga suasana kerja dan bersinergi baik dengan kepala sekolah lingkungan maupun dengan orangtua peserta didik (4) bagi peneliti lain sebaiknya penelitian ini dapat dijadikan bahan rujukan untuk mengembangkan penelitian dengan fokus jenjang pendidikan dan latar belakang yang berbeda sehingga menambah wawasan tentang manajemen peserta didik.