Tesis
Identifikasi kebutuhan belajar untuk pengembangan diri istri prajurit Tentara Nasional Indonesia (studi kasus pada Persit Kopassus Grup 2 Kecamatan Kertosuro Kabupaten Sukoharjo Provinsi Jawa Tengah) / Ainun Niswah
Abstrak
ABSTRAK Niswah Ainun 2017. Identifikasi Kebutuhan Belajar Untuk Pengembangan Diri Istri Prajurit TNI (Studi Kasus di Persit Kopassus Grup 2 Kertosuro). Tesis. Program Studi Pendidikan Luar Sekolah Pascasarjana Universitas Negeri Malang Pembimbing (1) Dr. Endang Sri Redjeki M.S (2) Dr. Sri Wahyuni M.Pd Kata kunci Kebutuhan belajar Pengembangan diri TNI Persatuan Istri Tentara atau Persit merupakan organisasi perkumpulan para istri tentara yang salah satunya Kopassus yang mempunyai tugas dan fungsi menunjang tugas suami sebagai anggota yakni sebagai istri pendamping suami ibu rumah tangga dan anggota organisasi kemiliteran. Setiap peran tersebut harus dapat berjalan dengan efektif sehingga dapat mencapai tujuan dari peran dan tugas utama istri seorang prajurit. Istri prajurit dituntut memiliki kreatifitas dan keahlian khusus dalam meningkatkan keefektifan kinerja istri seorang prajurit. Tujuan penelitian adalah untuk menemukenali dan menjelaskan ragam kebutuhan belajar yang dibutuhkan untuk pengembangan diri istri TNI. Metode penelitian yakni metode kualitatif jenis studi kasus. Teknik pengumpulan data yakni observasi wawancara dan studi dokumentasi. Informan dalam penelitian ini berjumlah enam orang. Teknik analisis data dengan mendeskripsikan mengklasisifikasikan dan melihat keterkaitan konsep. Pengecekan keabsahan temuan dilakukan dengan menggunakan metode triangulasi teknik. Hasil penelitian ini menyebutkan bahwa kebutuhan belajar untuk pengembangan diri istri prajurit TNI berbeda-beda sesuai dengan peran yang dimiliki istri serta pangkat yang dimiliki suami dengan penjelasan sebagai berikut (1) Istri dengan suami berpangkat perwira dituntut menjadi pemimpin anggota persit sehingga membutuhkan pelatihan public speaking karena tuntutannya menjadi pemimpin disetiap kegiatan. (2) Istri dengan suami berpangkat bintara membutuhkan kursus keterampilan agar bisa memberikan pelajaran pada anggotanya. (3) Istri dengan suami berpangkat tamtama membutuhkan seminar kursus dan kegiatan penunjang sehingga tidak merasa bosan diasrama. Saran yang diberikan peneliti yaitu (1) kepada para persit yang ada di asrama kopassus grup 2 di Solo diharapkan penelitian ini dapat menjadi bahan acuan untuk melakukan pengembangan pembaharuan program dan untuk evaluasi (2) kepada para satuan Tentara Nasional Indonesia baik dari Kopassus Kostrad ataupun lainnya agar lebih memperhatikan program apa yang sesuai untuk para istri tentara yang tinggal diasrama.