Skripsi
Pengaruh penerapan model contextual teaching learning (CTL) dan discovery learning (DL) terhadap kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa SMP kelas VIII pada materi sistem peredaran darah manusia / Andina Dewi Rizkia
Abstrak
ABSTRAK Rizkia Andina Dewi. 2017. Pengaruh Penerapan Model Contextual Teaching Learning (CTL) dan Discovery Learning (DL) terhadap Kemampuan Berpikir Tingkat Tinggi Siswa SMP Kelas VIII pada Materi Sistem Peredaran Darah Manusia. Skripsi. Program Studi Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Malang Pembimbing (1) Metri Dian Insani S.Si M.Pd. (2) Dr. Munzil S.Pd M.Si. Kata Kunci kemampuan berpikir tingkat tinggi contextual teaching learning discovery learning IPA merupakan pengetahuan dan pengalaman individu manusia yang bersifat dinamis dan selalu berkembang sehingga dalam memahami materi IPA diperlukan kemampuan berpikir yang baik. Salah satu kemampuan berpikir adalah kemampuan berpikir tingkat tinggi. Kemampuan berpikir tingkat tinggi merupakan kemampuan berpikir kritis dan kreatif serta mampu memecahkan masalah. Kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa masih rendah dan belum terlatih. Kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa dapat dilatih dengan menggunakan model Contextual Teaching Learning dan Discovery Learning. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui perbedaan model Contextual Teaching Learning dan Discovery Learning terhadap kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu (quasi experiment) dengan desain posttest only design. Subjek penelitian ini melibatkan siswa SMPN 1 Singosari semester genap Tahun Pelajaran 2016/2017 dengan 2 kelompok yaitu kelas VIIIA sebagai kelas eksperimen dan VIIIB sebagai kelas kontrol. Data kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa diperoleh dari hasil posttest dengan penilaian individu. Instrumen yang digunakan untuk mengukur kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa berupa 15 butir soal. Analisis statistik yang digunakan untuk menganalisis perbedaan kemampuan berpikir tingkat tinggi meliputi uji normalitas uji homogenitas dan uji hipotesis menggunakan uji-t dengan bantuan software analisis komputer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa yang belajar menggunakan Contextual Teaching Learning dengan Discovery Learning. Hal ini dibuktikan dari hasil analisis yang menunjukan nilai signifikasi sebesar 0 01 0 05. Kemampuan berpikir siswa yang menggunakan model Contextual Teaching Learning pada kelas eksperimen lebih tinggi dengan rata-rata hasil 75 17 dibandingkan dengan menggunakan model Discovery Learning pada kelas kontrol dengan rata-rata hasil 68 93.