Tesis
Manajemen pembelajaran berbasis spiritual pada sekolah dasar negeri (studi Multi situs di SDN Campaka III dan SDN Hegarsari Kecamatan Campaka Kabupaten Cianjur) / Dewi Sulastri
Abstrak
ABSTRAK Sulastri Dewi. 2017. Manajemen Pembelajaran Berbasis Spiritual pada Sekolah Dasar Negeri (Studi Multi Situs di SDN Campaka III dan SDN Hegarsari Kecamatan Campaka Kabupaten Cianjur). Tesis. Program Studi Manajemen Pendidikan. Pascasarjana Universitas Negeri Malang Pembimbing (1) Dr.H. Achmad Supriyanto M.Pd M.Si. (2) Dr. H. Sultoni M.Pd. Kata Kunci Manajemen pembelajaran Sekolah Dasar Negeri Spiritual Manajemen pembelajaran menduduki peranan yang sangat penting karena pengaturan semua kegiatan pembelajaran dikategorikan dalam kurikulum inti maupun penunjang. Penciptaaan proses belajar mengajar dapat tercipta dengan mudah melalui proses belajar mengajar yang direncanakan diorganisasikan dilaksanakan dan dikendalikan dengan baik sehingga tercipta pembelajaran yang efektif dan efisien. Efektif berarti membelajarkan anak didik untuk membentuk pengetahuan perkembangan sikap dan keterampilan dalam pengembangan sikap diperlukan pendidikan karakter melalui manajemen pembelajaran berbasis spiritual. Penelitian ini bertujuan mengetahui dan mendeskripsikan juga menjelaskan (1) Model pembelajaran berbasis spiritual di SD Negeri (2) proses manajemen pembelajaran berbasis spiritual di SD Negeri kabupaten Cianjur (3) Pendayagunaan model berbasis spiritual untuk meningkatkan keunggulan sekolah (4) Faktor pendukung proses manajemen pembelajaran berbasis spiritual (5) Faktor penghambat pada . proses manajemen pembelajaran berbasis spiritual dalam meningkatkan keunggulan sekolah. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan rancangan studi multi situs. Penelitian ini dilakukan di SDN Hegarsari dan SDN Campaka III Kecamatan Campaka Kabupaten Cianjur. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara observasi partisipan dan studi dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan dua tahap yaitu analisis data situs individu dan analisis data lintas situs. Analisis data terdiri dari tiga alur yaitu kondensasi data penyajian data dan penarikan kesimpulan/ verifikasi. Pengecekan keabsahan data dilakukan dengan uji kredibilitas uji transferabilitas uji dependabilitas dan uji konfirmabilitas. Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut . pertama model pembelajaran berbasis spiritual di Sekolah Dasar Negeri mencakup peningkatan mutu IMTAQ melalui pembiasaan kegiatan keagamaan dan budaya religi kedua proses manajemen pembelajaran berbasis spiritual melalui 4 tahap yaitu perencanaan pengorganisasian pelaksanaan dan pengawasan. Dalam tahap perencanaan terdapat program tahunan dan program semester yang memuat kegiatan basis keagamaan pada tahap pengorganisasian kepala sekolah mengkoordinasikan guru-guru dalam pembagian tugas sesuai dengan kegiatan basis keagamaan yang akan dilaksanakan pembagian tugas ini disesuaikan dengan kompetensi masing-masing guru. Pada tahap pelaksanaan kepala sekolah dan guru memiliki tanggung jawab terhadap peningkatan kualitas pembelajaran terutama dalam kegiatan pembiasaan basis keagamaan dan pelaksanaan ekstrakurikuler guna mencapai tujuan dalam kemajuan dan peningkatan mutu pembelajaran berbasis spiritual. Pengawasan merupakan pengendalian agar pada pelaksanaan pembelajaran berjalan secara efektif dan dapat diketahui melalui kegiatan evaluasi yang diharapkan dapat memberikan dampak terhadap perbaikan dan peningkatan mutu pembelajaran selanjutnya ketiga pendayagunaan model berbasis spiritual di sekolah yaitu dengan mengikutsertakan kegiatan sapta lomba PAI dan mendapat prestasi yang dapat dibanggakan mengikuti kegiatan pada pelaksanaan hari hari besar islam sehingga dapat menjadi modal kualitas sekolah agar memikat minat masyarakatmelalui keunggulan sekolah di bidang keagamaan keempat faktor pendukung proses manajemen pembelajaran berbasis spiritual SD negeri diantaranya siswa yang aktif dan mempunyai minat dan bakat dalam kegiatan keagamaan motivasi dari kepala sekolah pada pelaksanaan kegiatan terdapat guru yang professional kelima faktor penghambat pada . proses manajemen pembelajaran berbasis spiritual di sekolah dasar negeri yaitu kurangnya dukungan orang tua tenaga pendidik yang kurang termotivasi dan sarana prasarana yang belum lengkap solusinya yaitu memberikan sosialisasi kepada orangtua melalui peran komite sekolah melengkapi sarana dan prasarana dengan pengajuan kepada pemerintah agar mendapatkan bantuan meningkatkan mutu guru melalui diklat dan memotivasi guru melalui kegiatan supervisi dari kepala sekolah serta meningkatkan motivasi siswa dengan melakukan supervisi oleh guru kepada siswa. Berdasarkan hasil penelitian ini disarankan bagi kepala sekolah sebaiknya pada pelaksanaan pembuatan program semester dilaksanakan awal tahun ajaran dan membuat program pengembangan diri sebaiknya melengkapi sarana dan prasarana dalam mendukung kegiatan program spiritual bagi guru-guru atau pembina sebaiknya mendukung program manajemen pembelajaran berbasis spiritual melalui pengelolaan pembelajaran berbasis spiritual perencanaan yang matang pada manajemen pembelajaran pengelolaan di kelas memberi dukungan terlaksananya kegiatan ekstrakurikuler berbasis keagamaan membuat program yang melibatkan orangtua dalam kepanitiaan kegiatan isra mi raj dan maulid nabi bagi Dinas Pendidikan sebaiknya mendukung terhadap penyelenggaraan program berbasis spiritual bagi peneliti selanjutnya .yaitu melakukan penelitian lebih lanjut tentang pengelolaan manajemen pembelajaran berbasis spiritual meneliti lebih komprehensif mengenai manfaat pembiasaan berbasis keagamaan dan hal yang mendukung serta menghambat terlaksananya program tersebut di Sekolah Dasar Negeri.