UPT Perpustakaan UM

  • Beranda
  • Informasi
  • Repository UM
  • SIPADU UM
  • OPAC SIPADU

Pencarian Spesifik

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title

Skripsi

Kajian molaritas NaOH terhadap kekuatan beton geopolimer dilingkungan agresif / Sayidati Muslikah

Muslikah, Sayidati - Nama Orang;

Abstrak
ABSTRAK Muslikah Sayidati. 2017. Kajian Molaritas NaOH Terhadap Kekuatan Beton Geopolimer di Lingkungan Agresif. Skripsi Program Studi S1 Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Puput Risdanareni S.T. M.T. (II) Drs. Boedya Djatmika S.T. M.T. Kata kunci Molaritas NaOH Kekuatan Beton Beton Geopolimer Lingkungan Agresif. Indonesia akan membangun 24 pelabuhan baru yang tersebar di setiap pulau dan provinsi di Indonesia sehingga kebutuhan akan material konstruksi tahan air laut meningkat salah satunya adalah beton. Beton yang menggunakan campuran semen kurang tahan terhadap lingkungan agresif karena Ca(OH)2 pada semen akan bereaksi dengan MgCl2 pada air laut menghasilkan CaCl2 yang dapat menyebabkan beton keropos sehingga diperlukan bahan alternatif pengganti semen pada penyusunan beton. Beton geopolimer beton yang 100% tidak menggunakan semen merupakan salah satu material menjanjikan yang ramah lingkungan dan dapat menjadisolusi akan kebutuhan material tahan di lingkungan agresif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kekuatan beton geopolimer dengan molaritas NaOH yang berbeda di lingkungan agresif. Komposisi campuran beton geopolimer yang digunakan pada penelitian ini adalah 75% agregat dan 25% bahan pengikat aktivator. Bahan pengikat yang digunakan adalah 15% Rice Husk Ash dan 85% Fly Ash dengan perbandingan agregat kasar dan halus sebesar 3 2. Alcaline activator yang digunakan terbuat dari campuran Na2SiO3 dan NaOH dengan perbandingan 2 1. Sedangkan molaritas NaOH yang digunakan ialah 8 Molar dan 10 Molar. Benda uji berbentuk silinder dengan ukuran diameter 7 5 cm dan tinggi 15 cm. Beton diberikan treatment berupa curing pada suhu ruang sampai beton berumur 7 hari kemudian beton direndam di air laut selama 15 30 dan 45 hari. Pada penelitian ini dilakukan pengujian berat volume kuat tekan dan kuat tarik belah beton geopolimer molaritas NaOH 8 M dan 10 M setelah direndam air laut selama 15 30 dan 45 hari. Dari hasil pengujian diperoleh nilai kuat tekan dan kuat tarik belah beton geopolimer molaritas NaOH 10 M tertinggi pada saat beton direndam di air laut selama 45 hari yaitu sebesar 28 30 Mpa dan 11 96 Mpa dengan berat volume sebesar 2 34 gr/cm3. Sedangkan nilai kuat tekan dan kuat tarik belah beton geopolimer molaritas NaOH 8 M tertinggi diperoleh pada saat beton direndam di air laut selama 45 hari yaitu sebesar 25 49 Mpa dan 9 61 Mpa dengan berat volume sebesar 2 33 gr/cm3. Berdasarkan hal tersebut dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi molaritas NaOH pada beton geopolimer maka semakin bagus kekuatan beton geopolimer di lingkungan agresif.


Informasi Detail
DDC
Rs 624.1834 MUS k
Prodi
Universitas Negeri Malang. Program Studi Teknik Sipil, 2017.
Deskripsi Fisik
ix, 97 lembar : il. , tab. ; 30 cm
Bahasa
Indonesia
No Reg
03808/KI/17
Edisi
Skripsi (Sarjana)--Universitas Negeri Malang. 2017
Subjek
1. BETON
2. CONCRETE

Pembimbing
1. Puput Risdanareni ; 2. Boedya Djatmika
Lampiran Berkas
You must be logged in to get fulltext


UPT Perpustakaan UM
  • Berita

Tentang Kami

TIM IT Perpustakaan 2023

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS

Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik