UPT Perpustakaan UM

  • Beranda
  • Informasi
  • Repository UM
  • SIPADU UM
  • OPAC SIPADU

Pencarian Spesifik

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title

Skripsi

Peran museum Ullen Sentalu Yogyakarta sebagai jendela kebudayaan Jawa serta manfaat edukasinya dalam pembelajaran sejarah / Nurul Anisa

Anisa, Nurul - Nama Orang;

Abstrak
ABSTRAK Anisa Nurul. 2017. Peranan Museum Ullen Sentalu Yogyakarta sebagai Jendela Kebudayaan Jawa serta Manfaat Edukasinya dalam Pembelajaran Sejarah. Skripsi Jurusan Pendidikan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. Dewa Agung Gede Agung M.Hum. (2) Drs. Slamet Sujud Purnawan Jati M.Hum. Kata Kunci Museum Ullen Sentalu Kebudayaan Jawa manfaat edukasi. Museum merupakan salah satu kekayaan pusaka budaya bangsa yang di dalamnya terdapat peninggalan budaya dan sejarah bangsa sehingga museum menjadi garda terdepan dalam menyajikan potensi warisan budaya baik tangible maupun intangible untuk membantu masyarakat melihat sekaligus memahami budaya dan identitas sejarah mereka. Teknik penyajian museum di Indonesia masih dirasa sering tertinggal dari cara-cara penyajian media kultur yang lain. Penelitian ini dilakukan di Museum Seni dan Budaya Jawa Ullen Sentalu dengan tujuan untuk mendeskripsikan latar belakang dan perkembangan museum tersebut serta menjelaskan peranan Manfaat Ullen Sentalu sebagai jendela kebudayaan Jawa serta manfaat edukasinya dalam pembelajaran sejarah. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan metode penelitian sejarah agar supaya penelitian ini lebih terarah dan terhindar dari subyektifitas sejarawan. Adapun metode penelitian sejarah ini terdiri dari lima tahap yaitu pemilihan topik pengumpulan sumber (heuristik) verifikasi atau kritik (kritik ekstern dan kritik intern) interpretasi (analisis dan sintesis) dan penulisan (historiografi). Latar belakang berdirinya Museum Ullen Sentalu ini dimulai dari suatu gagasan yang muncul di tengah proses pencarian jatidiri keluarga Haryono yang begitu resah akan keberlangsungan batik-batik kuno yang nyaris habis karena diburu oleh kolektor asing. Selain dilatarbelakangi oleh tujuan menyelamatkan batik berdirinya museum ini juga dilatarbelakangi oleh cita-cita mereka dalam upaya mewujudkan dan melestarikan peradaban seni dan budaya Jawa. Sejak diresmikan pada tahun 1997 museum ini mengalami beberapa kali pembangunan yang terbagi menjadi beberapa tahap di antaranya tahun 1997-2002 adanya penambahan ruang tata pamer serta penambahan koleksi yang dihibahkan langsung dari keluarga keraton tahun 2003-2007 perluasan bangunan tahun 2008-2013 penambahan fasilitas umum serta dalam perkambangannya mesuem ini semakin dikenal dan banyak dikunjungi pengunjung yang berasal dari beragam kalangan mulai dari pelajar mahasiswa wisatawan domestik dan wisatawan asing. Peranan Museum Ullen Sentalu sendiri bertugas melestarikan budaya serta memperkenalkan budaya pada masyarakat. Konsep Jendela yang diterapkan Museum Ullen Sentalu dimaksudkan agar museum ini mampu membuka celah untuk menunjukkan tentang proses peradaban masyarakat Jawa bersumber pada keraton dan istana Mataram seperti lukisan kain batik gamelan dan beragam tarian. Manfaat edukasinya menjadi salah satu pilihan media pembelajaran yang dapat menumbuhkan minat siswa dan menciptakan pembelajaran sejarah agar tidak membosankan. Siswa yang telah mendapatkan materi atau pelajaran disekolah secara abstrak akan dapat memahami materi tersebut secara nyata. ABSTRACT Anisa Nurul. 2017. Role of The Museum Ullen Sentalu Yogyakarta as The Window of Javanese Culture and Its Educatinal Use in Learning History. Thesis Study Program of History Education Department of History Faculty of Social Science State University of Malang. Preceptor (I) Drs. Dewa Agung Gede Agung M.Hum. (2) Drs. Slamet Sujud Purnawan Jati M.Hum. Key words Museum Ullen Sentalu Javanese Culture educational use. Museum is one of the cultural heritage of the nation in which there are cultural heritage and history of the nation so the museum becomes the front guard in presenting the potential of tangible and intangible cultural heritage to help people see and understand their culture and historical identity. The technique of presenting the museum in Indonesia is still often left behind from other ways of presenting the culture media. The research was conducted at the Museum of Art and Culture of Java Ullen Sentalu with the aim to describe the background and development of the museum and explains the role of Ullen Sentalu Museum as a window of Javanese culture and its educational use in learning history. In this study researchers used historical research methods in order to make this research more focused and avoid the subjectivity of historians. The historical research method consists of five stages topic selection source collection (heuristics) verification or criticism (external criticism and internal criticism) interpretation (analysis and synthesis) and writing (historiography). The background of the establishment of Ullen Sentalu Museum is started from an idea that emerged in the middle of the search process of the Haryono family identity that is so nervous about the sustainability of ancient batik-batik almost exhausted by being hunted by foreign collectors. In addition to the background of the purpose of saving batik the establishment of this museum is also backed by their ideals in an effort to realize and preserve the civilization of Javanese art and culture. Since it was inaugurated in 1997 this museum has experienced several times of development which is divided into several stages such as the year 1997-2002 the addition of showroom space and the addition of collections directly donated from the palace family in 2003-2007 the expansion of the building the year 2008-2013 Public facilities as well as in this mesuem mining is increasingly known and visited by many visitors from various backgrounds ranging from students students domestic tourists and foreign tourists. The role of Ullen Sentalu Museum is in charge of preserving culture and introducing culture to society. The concept of Window which is applied by Ullen Sentalu Museum is meant to make this museum able to open the gap to show about the Javanese civilization process which is sourced from the palace and Mataram palace such as painting batik cloth gamelan and various dances. The educational use of museum also became one of the learning media options which can foster students interest and create history lessons so as not to be boring. Students who have received abstract material or lessons will be able to understand the material in real time.


Informasi Detail
DDC
Rs 907.8 ANI p
Prodi
Universitas Negeri Malang. Program Studi Pendidikan Sejarah, 2017.
Deskripsi Fisik
xii, 201 lembar : il. , tab. ; 30 cm
Bahasa
Indonesia
No Reg
03887/KI/17
Edisi
Skripsi (Sarjana)--Universitas Negeri Malang. 2017
Subjek
1. SEJARAH - MEDIA PEMBELAJARAN
2. HISTORY - STUDY AND TEACHING

Pembimbing
1. Dewa Agung Gede Agung ; 2. Slamet Sujud Purnawan Jati
Lampiran Berkas
You must be logged in to get fulltext


UPT Perpustakaan UM
  • Berita

Tentang Kami

TIM IT Perpustakaan 2023

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS

Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik