Disertasi
Keefektifan konseling kognitif perilaku dan konseling berbasis kekuatan untuk meningkatkan resiliensi akademik siswa SMP / Kadek Suranata
Abstrak
ABSTRAK Suranata Kadek. 2017. Keefektifan Konseling Kognitif Perilaku dan Konseling Berbasis Kekuatan untuk Meningkatkan Resiliensi Akadamik Siswa SMP. Disertasi Program Studi Bimbingan dan Konseling Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Prof. Dr. I Wayan Ardhana M.A. (2) Dr. Adi Atmoko M.Si. (3) Prof. Dr. Nur Hidayah M.Pd. Kata Kunci resiliensi akademik konseling kognitif-perilaku konseling berbasis kekuatan. Pelayanan bimbingan dan konseling memiliki peranan penting dalam upaya peningkatan resiliensi akademik siswa. Model konseling kognitif-perilaku berorientasi pada penanganan gangguan psikologis sedangkan model konseling berbasis-kekuatan berorientasi pada sumberdaya personal dan dukungan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji keefektifan model konseling kognitif-perilaku dan model konseling berbasis-kekuatan untuk meningkatan resiliensi akademik siswa SMP. Penelitian eksperimen ini menggunakan rancangan the randomized pretest-posttest-follow up and control group design. Populasi penelitian sebanyak 284 siswa SMP kelas VII di SMP Lab. Undiksha Singaraja dan SMP N 3 Singaraja yang terdiri dari siswa yang memiliki resiliensi tinggi (n 182) sedang (n 46) rendah (n 53) dan tidak menyelesaikan pengukuran (n 5). Subjek penelitian sebanyak 99 siswa merupakan siswa yang memiliki resiliensi akademik rendah atau sedang ditempatkan secara random assignment untuk menjadi kelompok eksperimen yang mengikuti model konseling kognitif-perilaku (n 32) model konseling berbasis-kekuatan (n 33) dan waiting-list kontrol (n 34). Data resiliensi akademik diperoleh melalui skala resiliensi akademik (14 item) yang telah diuji dengan analisis faktor eksploratori pada loading faktor 0 5 dan nilai Alpha Cronbach dilaporkan sebesar 0 777. Analisis data penelitian dilakukan secara deskriptif dan pengujian hipotesis menggunakan analisis GLM Repeated-measures ANCOVA. Hasil penelitian menunjukkan (1) resiliensi akademik siswa yang mengikuti model konseling kognitif-perilaku dan model konseling berbasis kekuatan meningkat secara stabil dan signifikan membuktikan bahwa kedua model konseling ini efektif untuk meningkatkan resiliensi akademik siswa SMP (2) resiliensi akademik siswa yang mengikuti model konseling kognitif-perilaku lebih tinggi secara signifikan dibandingkan dengan yang mengikuti model konseling berbasis-kekuatan yang menunjukkan bahwa model konseling kognitif-perilaku lebih efektif untuk meningkatkan resiliensi akademik. Hasil penelitian berimplikasi secara teoretis dan praktis terhadap upaya konseling dalam rangka meningkatkan resiliensi akademik siswa SMP. Disarankan kepada guru Bimbingan dan Konseling menggunakan model konseling kognitif-perilaku dan model konseling berbasis-kekuatan secara terintergrasi dalam rangka membantu mengembangkan resiliensi akademik siswa. ABSTRACT Suranata Kadek. 2017. The Effectiveness of Cognitive-Behavioral Counseling and Strengths-Based Counseling to Enhancing the Academic Resilience of Junior High School Students. Dissertation. Guidance and Counseling Department Post Graduate of Universitas Negeri Malang Advisor (1) Prof. Dr. I Wayan Ardhana M.A (2) Dr. Adi Atmoko M.Si. (3) Prof. Dr. Nur Hidayah M.Pd. Keywords academic resilience cognitive-behavioral counseling strengths-based counseling. School guidance and counseling have an important role in improving student academic resilience. The cognitive-behavioral counseling model is psychological disorders oriented while the strengths-based counseling model is personal resources and environmental support oriented. This study aims to examine the effectiveness of cognitive-behavioral counseling models and strength-based counseling models to improve the academic resilience of junior high school students. This experimental study used the randomized pretest-posttest-follow-up and control group design. The population of study is 284 students of VII Grades in SMP Lab. Undiksha Singaraja and SMP N 3 Singaraja which consisting of who have high resilience (n 182) medium (n 46) low (n 53) and did not complete the measurement (n 5). The subject of study is 99 students were students in low or in medium academic resilience level were random assignment to be an experimental group following the cognitive-behavioral counseling model (n 32) the strengths-based counseling model (n 33) and to be waiting-list control (N 34). The academic resilience data was obtained by academic resilience scale (14 items) that had been tested by exploratory factor analysis at loading factor 0.5 and Alpha Cronbach value was reported at 0.777. The analysis of the research data was conducted by descriptively and hypothesis examined by using GLM repeated measures of ANCOVA analysis. The results of study showed (1) the academic resilience of students in cognitive-behavioral counseling model group and strengths-based counseling models group increase stably and significantly proving that both of counseling models are effective for enhancing academic resilience of junior high school students (2) the academic resilience of cognitive-behavioral counseling model group are significantly higher than strengths-based counseling model group is showed that the cognitive-behavioral counseling model is more effective in enhance students academic resilience. The results of this study have a theoretical and practical implication in the school counseling implementation to improve students academic resilience. It is advisable to the school counselor to integrate both of cognitive-behavioral counseling model and strengths-based counseling model to develop students academic resilience.