Skripsi
Hubungan kemampuan memahami dan kemampuan menulis surat pribadi berbahasa Jawa siswa kelas VIII SMP Negeri 4 Malang / Devi Prastuti Subagyo
Abstrak
ABSTRAK Subagyo Devi Prastuti. 2017. Hubungan Kemampuan Memahami dan Kemampuan Menulis Surat Pribadi Berbahasa Jawa Siswa Kelas VIII SMP Negeri 4 Malang. Skripsi Jurusan Sastra Indonesia Fakultas Sastra Universistas Negeri Malang. Pembimbing Dr. Sunoto M.Pd. Kata kunci surat pribadi bahasa Jawa kemampuan memahami kemampuan menulis VIII SMP Surat pribadi berbahasa Jawa merupakan alat komunikasi tertulis dengan bahasa Jawa yang sudah jarang digunakan. Hal ini dikarenakan munculnya alat komunikasi elektronik serta siswa belum memahami benar tata tulis surat menyurat dalam bahasa Jawa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) kemampuan memahami dan kemampuan menulis surat pribadi berbahasa Jawa SMP Negeri 4 Malang dan (2) hubungan kemampuan memahami dan kemampuan menulis surat pribadi berbahasa Jawa siswa kelas VIII SMP Negeri 4 Malang. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif korelasional. Data yang diperlukan adalah skor hasil tes kemampuan memahami dan menulis surat pribadi berbahasa Jawa serta hasil wawancara. Instrumen yang digunakan berupa pedoman wawancara dan tes. Kegiatan analisis data dimulai dari tahap persiapan tahap tabulasi dan tahap analisis data. Berdasarkan hasil analisis diperoleh simpulan hasil penelitian sebagai berikut. Pertama kemampuan memahami surat pribadi berbahasa Jawa tergolong dalam kategori baik yakni siswa yang memperolah nilai di atas rata-rata berjumlah 21 orang sementara 14 orang memperoleh nilai di bawah rata-rata. Kedua kemampuan menulis surat pribadi berbahasa Jawa tergolong dalam kategori baik yakni siswa yang memperolah nilai di atas rata-rata berjumlah 19 orang sementara 16 orang memperoleh nilai di bawah rata-rata. Ketiga terdapat hubungan yang signifikan antara kemampuan memahami dan kemampuan menulis surat pribadi berbahasa Jawa yakni 0 689 0 396 dan 0 000 0 05. Keempat terdapat 10 siswa yang tidak menunjukkan adanya korelasi antara kedua nilai tersebut. Kelima terdapat 6 siswa yang memperoleh nilai kemampuan memahami lebih tinggi daripada nilai kemampuan memahami. Keenam terdapat 4 siswa yang memperoleh nilai kemampuan memahami lebih rendah daripada nilai kemampuan menulis. Berdasarkan hasil penelitian di atas maka saran yang diajukan adalah (a) bagi sekolah diharapkan pihak sekolah mampu memfasilitasi sumber belajar yang diperlukan untung mendukung proses pembelajaran (b) bagi guru diharapkan guru mampu memberikan pemahaman yang lebih kepada siswa memilih dan menggunakan metode pembelajaran yang sesuai dengan kemampuan siswa dan kesulitan materi (c) bagi siswa diharapkan lebih meningkatkan semangatnya untuk belajar menulis serta membiasakan membaca dan memahami isi bacaan dan (d) bagi peneliti lanjutan penelitian ini dapat dijadikan dasar untuk mengembangkan lebih lanjut dengan variabel yang bervariasi serta disarankan untuk meneliti faktor-faktor penyebab tidak adanya korelasi antara kemampuan memahami dan kemampuan menulis yang dilakukan oleh peneliti.