Disertasi
Manajemen penyelenggaraan Sistem Kredit Semester (SKS) kurikulum 2013 pada Sekolah Menengah Atas (SMA) (studi multisitus di SMAN 1, SMAN 3, dan SMAN 1 Krian Kabupaten Sidoarjo) / Mustain
Abstrak
ABSTRAK Mustain. 2017. Manajemen Penyelenggaraan Sistem Kredit Semester (SKS) Kurikulum 2013 di Sekolah Menengah Atas (SMA) Kabupaten Sidoarjo (Studi Multisitus di SMAN 1 SMAN 3 dan SMAN 1 Krian Kabupaten Sidoarjo). Disertasi Program Studi Manajemen Pendidikan Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Prof. Dr. H. Bambang Budi Wiyono M.Pd. (2) Dr. H. Imron Arifin M.Pd. dan (3) Dr. Kusmintardjo M.Pd. Kata Kunci manajemen sks kurikulum 2013 SMA Sebagai inovasi baru implementasi SKS tentu menuntut usaha ekstra dan kendala yang mungkin dihadapi. Banyak hal yang harus menjadi pertimbangan matang jika harus menyelenggarakan Sistem Kredit Semester (SKS) di sekolah apalagi dengan hadirnya Kurikulum 2013. Artinya keefektifan penyelenggaraan SKS sangat bergantung pada banyak hal diantaranya kesesuaian kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan kesiapan siswa pengaturan struktur kurikulum beban belajar desain pembelajaran mekanisme penilaian pengelolaan penjurusan dan layanan serta standar kompetensi lulusan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana manajemen penyelenggaraan Sistem Kredit Semester (SKS) Kurikulum 2013 di ketiga Sekolah Menengah Atas (SMA) Kabupaten Sidoarjo (SMAN 1 SMAN 3 dan SMAN 1 Krian) baik dalam aspek perencanaan pengorganisasian pelaksanaan maupun aspek pengawasan dan evaluasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang bertujuan untuk memahami fenomena atau gejala sosial secara komprehensif dan kontekstual dengan menggambarkan realitas empiris tentang manajemen penyelenggaraan Sistem Kredit Semester (SKS) Kurikulum 2013 di SMAN 1 Sidoarjo SMAN 3 Sidoarjo dan SMAN 1 Krian Sidoarjo yang merupakan pilot project kebijakan pemerintah melalui Dinas Pendidikan Kabupaten Sidoarjo. Teknik pengumpulan data melalui mekanisme wawancara mendalam (indept interview) pengamatan partisipasi (participatory observation) dan analisis dokumen (documentation). Serta analisis data dilakukan pada kasus individu (individual cases) dan/atau lintas kasus (crosscases analysis). Berdasarkan hasil penelitian ditemukan sebagai berikut Pertama Manajemen perencanaan Sistem Kredit Semester (SKS) Kurikulum 2013 di SMA Negeri (SMAN 1 SMAN 3 dan SMAN 1 Krian) Kabupaten Sidoarjo meliputi (a) Dasar penyelenggaraan Permendikbud No. 81A Tahun 2013 tentang Implermentasi Kurikulum Permendikbud No. 158 Tahun 2014 tentang SKS dan Perbub Sidoarjo No.188/410/404.1.3.2/2013 mengenai Penetapan Satuan Pendidikan Penyelenggara Sistem Kredit Semester (b) prinsip penyelenggaraan dimana peserta didik menentukan sendiri beban belajar dan mata pelajaran yang diikuti pada setiap semester (c) mekanisme dan prosedur dimana satuan pendidikan dapat melaksanakan Sistem Kredit Semester (SKS) dengan mengajukan ijin tertulis kepada Dinas Pendidikan Kabupaten (d) persiapan teknis dimana sekolah harus mempersiapkan dokumen administrasi tenaga pendidik program kegiatan/pembelajaran (e) pengaturan struktur kurikulum dan beban belajar (f) pengaturan pembelajaran muatan lokal (g) pengaturan kegiatan kegiatan ekstrakurikuler (h) pengaturan penjadwalan on/off (i) Pembimbing Akademik (PA) (j) pengaturan tugas Guru BK (k) pengaturan beban mengajar guru dan (l) penataan sistem informasi melalui pemanfaatan sistem informasi berbasis SILP (Sistem Informasi Lintas Platform/aplikasi) internet Kedua Manajemen pengorganisasian Sistem Kredit Semester (SKS) Kurikulum 2013 di SMA Negeri (SMAN 1 SMAN 3 dan SMAN 1 Krian) Kabupaten Sidoarjo sama dengan sistem paket hanya saja dalam beberapa praktik penyelenggaraan berbeda seperti penambahan tenaga pembimbing akademik (PA) Ketiga Manajemen pelaksanaan Sistem Kredit Semester (sks) Kurikulum 2013 di SMA Negeri (SMAN 1 SMAN 3 dan SMAN 1 Krian) Kabupaten Sidoarjo meliputi (a) waktu pelaksanaan (b) masa orientasi peserta didik baru yang ditujukan untuk mengklasifikasikan potensi akademik minat-bakat peserta didik dan pengaturan rombongan belajar (rombel) (c) mekanisme pemilihan mata pelajaran dan beban belajar (d) penjurusan/ peminatan (e) program lintas minat (f) pendalaman minat berlaku bagi peserta didik yang memiliki kemampuan akademik di atas rata-rata dan dimaksudkan untuk mempersiapkan ke Perguruan Tinggi dan (g) Moving Class dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas proses pembelajaran meningkatkan efektivitas dan efisiensi waktu pembelajaran meningkatkan disiplin siswa dan guru. Keempat Manajemen pengawasan dan evaluasi Sistem Kredit Semester (SKS) Kurikulum 2013 di SMA Negeri (SMAN 1 SMAN 3 dan SMAN 1 Krian) Kabupaten Sidoarjo meliputi (a) penilaian bertujuan untuk mengumpulkan dan mengolah informasi untuk mengukur pencapaian hasil belajar peserta didik pada ranah sikap pengetahuan dan keterampilan (b) ketuntasan belajar ketuntasan minimal untuk seluruh kompetensi dasar pada kompetensi pengetahuan dan kompetensi keterampilan yaitu 3 00 (B). Pencapaian minimal untuk kompetensi sikap adalah B (c) kriteria kenaikan kelas dilaksanakan pada setiap akhir tahun pelajaran atau pada setiap akhir semester genap (d) penentuan Indeks Prestasi (IP) semester adalah tingkat keberhasilan studi yang dicapai oleh siswa dari semua kegiatan akademik dalam satu semester. Siswa dengan IP tinggi diperpolehkan mengambil sks (jp) lebih (e) remedial dan semester pendek peserta didik yang belum tuntas pada KD tertentu atau unit pembelajaran utuh tertentu berhak mengikuti pembelajaran remedial. Sementara semester pendek hanya untuk mengulang mata pelajaran yang belum tuntas atau belum memenuhi KKM (f) kelulusan peserta didik dinyatakan lulus apabila menyelesaikan beban belajar minimal 260 JP mencakup minimal 144 JP pada mata pelajaran kelompok A dan B (Umum) dan minimal 116 JP sks pada mata pelajaran kelompok C (Peminatan) serta memperoleh IPK minimal 2 66 dan memperoleh nilai baik pada penilaian sikap dan lulus ujian sekolah (US). Berdasarkan hasil penelitian ini maka penting bagi (a) BPSDMPK dan PMP Kementerian dan Kebudayaan menyempurnakan kelemahan-kelemahan terkait penyelenggaraan Sistem Kredit Semester (SKS) Kurikulum 2013 selama ini terutama dalam hal pengaturan jam mengajar guru mekanisme pembelajaran pendalaman minat perumusan kurikulum lokal daerah dan kekhasan sekolah (b) Dinas Pendidikan Kabupaten Sidoarjo perlu secara internal menetapkan standar khusus mekanisme penyelenggaraan sistem SKS Kurikulum 2013 di lingkungan Sidoarjo dan menyempurnakan regulasi terkait mekanisme penerimaan (PPDB) siswa standar tenaga pendidik dan kependidikan kebijakan pembelajaran dan jam mengajar bagi guru kerjasama dengan perguruan tinggi dan Dikti terkait mekanisme penyaluran lulusan dan sebagainya (c) P4TK dan LPMP perlu menyiapkan strategi pelatihan dan pendampingan khusus bagi pendidik dan tenaga kependidikan penyelenggaraan Sistem Kredit Semester (SKS) kurikulum 2013 (d) Kepala Sekolah perlu memperhatikan pengaturan jam mengajar guru hingga penelitian ini berlangsung belum diakui Dapodik (e) Pendidik dan Tenaga Kependidikan dituntut untuk memahami dan menguasai regulasi/ kebijakan sistem sosialiasi pelaksanaan pengawasan dan evaluasi terhadap penyelenggaraan Sistem Kredit Semester (SKS) di SMA.