Skripsi
Pengaruh intensitas kebisingan terhadap tekanan darah dan denyut nadi pada mahasiswa peserta praktikum pengelasan II di Universitas Negeri Malang / Erni Dwiyanti
Abstrak
ABSTRAK Dwiyanti Erni. 2017. PengaruhIntensitasKebisinganterhadapTekananDarahdanDenyutNadipadaMahasiswaPesertaPraktikumPengelasan II di UniversitasNegeri Malang.Skripsi JurusanIlmuKesehatanMasyarakat FakultasIlmuKeolahragaan UniversitasNegeri Malang. Pembimbing (I) Prof. Dr. Mardji M.Kes. (II) dr. EriantoFanani Kata Kunci kebisingan tekanandarah denyutnadi MAP Kebisinganmerupakansalahsatupotensibahaya (hazard) yang dapatmenimbulkankecelakaanataupenyakitakibatkerja.Kebisingantidakhanyamenyebabkangangguan yang bersifatpendengaran (auditory) dangangguan non pendengaran (non-auditory) padamanusia.Paparankebisingandalamwaktu yang lama danterusmenerusmerupakan stressor yang berhubungandengansistemhormondanresponkardiovaskular yang dalamjangkapanjangdapatmenyebabkanhipertensidanpenyakitkardiovaskular.Pengukurantekanandarahdandenyutnadimerupakanmetode yang tepatuntukmengukurresponkardiovaskular.Penelitianinibertujuanuntukmengetahuipengaruhintensitaskebisinganterhadaptekanandarahdandenyutnadipadamahasiswapesertapraktikumpengelasan II di UniversitasNegeri Malang denganmembandingkantekanandarahdandenyutnadiantarapadasaatmahasiswatidakmenggunakanearmuffdenganpadasaatmenggunakanearmuff. Penelitianinimenggunakanrancangancross sectional yang dilakukan di LaboratoriumPengelasanUniversitasNegeri Malang.Penelitianinimelibatkan 31 sampel yang dipilihmenggunakanteknikpurposive sampling.Pengukuranintensitaskebisingandilakukandenganmenggunakanenvironmental meter.Pengukuranvariabelterikatdilakukan 2 kali yaitupadasaatmahasiswatidakmenggunakanearmuffdengansaatmahasiswamenggunakanearmuff.Pengukurantekanandarahmenggunakantensimeterraksasedangkanpengukurandenyutnadimenggunakanpulse oxy meter. Data penelitianmean arteri pressure (MAP) dandenyutnadidianalisismenggunakanpaired t-test sedangkananalisistekanandarahsistoldan diastole menggunakanujiwilcoxon. Hasilpenelitianmenunjukkanintensitaskebisingan di LaboratoriumPengelasanmencapai 92 54 dB(A) yang melebihi NAB. Saatmahasiswamenggunakanearmuff intensitaskebisingan yang diterimaolehmahasiwadibawahnilaiambangbatasyaitusebesar 83 89 dB(A). Hasilujistatitistikmenunjukkanbahwaterdapatperbedaansecarasignifikantekanandarahsistolik diastolik mean arteri pressure (MAP) dandenyutnadipadasaatmahasiswatidakmenggunakanearmuffdengansaatmahasiswamenggunakanearmuff. Kesimpulandaripenelitianiniadalahterdapatperbedaantekanandarahsistolik diastolik mean arterial pressure (MAP) antarapadasaatmahasiswatidakmenggunakanearmuffdengansaatmahasiswamenggunakanearmuff.Para mahasiwapesertapratikumpengelasan II disarankanuntukmenggunakanalatpelindungtelingauntukmengurangigangguankesehatanakibatkebisingan.