Skripsi
Pengaruh inflasi, nilai kurs, dan BI rate terhadap dana bpihak ketiga pada perbankan Syariah di Indonesia tahun 2011-2016 / Siti Nur Hidayah
Abstrak
ABSTRAK Hidayah Siti Nur.2017. Pengaruh Inflasi Nilai Kurs dan BI Rate terhadap Dana Pihak Ketiga pada Perbankan Syariah Tahun 2011-2016. Skripsi Jurusan Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing Dr. Agus Sumanto S.E. M.SA Kata Kunci Inflasi Kurs BI Rate Varian Autoregression Bank Syariah. Dalam dunia modern saat ini peranan perbankan tidak bisa dilepaskan dari peran kamajuan suatu bangsa.Perbankan yang beroperasi di Indonesia terdapat dua jenis yaitu Bank Umum dan Bank Syariah. Kehadiran perbankan syariah diharapkan menjadi kabar baik untuk masyarakat yang menolak riba atau bunga dakam transaksi perbankan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat adanya pengaruh antara inflasi nilai kurs dan BI Rate terhadap Dana Pihak Ketiga pada Perbankan Syariah di Indonesia tahun 2011 hingga tahun 2016. Data yang digunakan adalah data time series dari tahun 2011-2016. Metode penelitian yang digunakan adalah Varian Autoregression yang didalamnya terdapat uji estimasI VAR Impulse Response dan Variance Decomposition. Variabel Inflasi berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap variabel Dana Pihak Ketiga Perbankan Syariah. Penelitian ini berlawanan dengan teori ekonomi konvensional yang menyatakan ketika inflasi tinggi maka minat masyarakat menabung akan menurun. Hal ini menunjukkan bahwa nasabah perbankan syariah menganggap bahwa perbankan syariah lebih stabil dalam menghadapi fluktuasi inflasi. Variabel Kurs berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap variabel Dana Pihak Ketiga Bank Syariah. Hal ini dikarenakan masyarakat atau nasabah dalam melakukan transaksi di perbankan syariah bukan hanya karena dipengaruhi faktor ekonomi yang sedang terjadi tetapi disebabkan juga karena tingkat religiusitas di dalamnya. Variabel BI Rate berpengaruh negatif dan signifikan terhadap variabel Dana Pihak Ketiga Perbankan Syariah. Hal ini dikarenakan ketika BI Rate mengalami kenaikan sebagian dari nasabah perbankan syariah memindahkan tabungan mereka ke perbankan konvensional. ABSTRACT Hidayah Siti Nur.2017. Effect of Inflation Exchange Rate and Bank Indonesia s Rate on Third Party Fund in Indonesian Sharia Bank 2011-2016. Sarjana s Thesis Economic And Development Faculty Of Economy State University Of Malang. Adviser Dr. Agus Sumanto S.E. M.SA Kata Kunci Inflation Kurs BI Rate Varian Autoregression Sharia Ban In the modern world right now the role of Banking can not seperate from the progress in an nation. There are two types of Banking in Indonesia is Conventional Banking and Sharia Banking. The presence of Islamic Banking expected to be good news for customers who refused interest in bank. This research identify the impact of Inflation Exchange rate and BI Rate to Third Party Fund in Sharia Banking in Indonesia between period January 2011 until December 2016 based on Varian Autoregression methodology. The result from Varian Autoregression estimation is Inflation and Exchange rate affect negatif and not significant to Third Party Fund in Sharia banking and BI rate affect negative and significant about Third Party Fund in Sharia Bank. Inflation affect negative and not significant to Third Party Fund in Indonesian Sharia Banking . This research was contrary to conventional economic theory that when inflation is high then the people s saving will decrease.The Islamic banking clients assume that Islamic banking is more stable in the face of fluctuations in inflation. The variable exchange rate effect is negative and not significant third-party funds in Indonesian Sharia bank. This is because society or the customer in perform transactions in Islamic banking not only because of economic factors but also caused due to the level of religiosity. BI Rate is negative and significant influential variable Third Party Funds in Islamic banking. This is because when the BI Rate increase most from Islamic banking clients move their savings into conventional bank.