UPT Perpustakaan UM

  • Beranda
  • Informasi
  • Repository UM
  • SIPADU UM
  • OPAC SIPADU

Pencarian Spesifik

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title

Skripsi

Studi teoritis struktur keadaan transisi dan energi aktivasi pembentukan 1,2-dihidroksinaftalnea dari 2-naftol dengan metode Density Functional Theory (DFT) dan Moller-Plesset Perturbation 2 (MP2) / Dinda Karima

Karima, Dinda - Nama Orang;

Abstrak
ABSTRAK Karima Dinda. 2014. Studi Teoritis Keadaan Transisi dan Energi Aktivasi Pembentukan 1 2-Dihidroksinaftalena dari 2-Naftol dengan Metode Density Functional Theory (DFT) dan M 511 ller-Plesset Perturbation 2 (MP2). Skripsi Jurusan Kimia FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Yahmin S.Pd. M. Si. (II) Dr. Siti Marfuah M. S. Kata kunci 1 2-dihidroksinaftalena 2-naftol ozonasi keadaan transisi DFT MP2 2-Naftol biasanya digunakan dalam industri pewarna industri bahan kimia organik dan industri cat. 2-Naftol banyak ditemukan dalam perairan sebagai limbah karena sulit didegradasi secara biologis. Ozonasi menjadi metode yang sangat efisien dalam mendegradasi senyawa-senyawa non-biodegradasi. Penelitian mengenai ozonasi 2-naftol telah dilakukan dan produk akhir yang ramah lingkungan juga sudah diprediksi. Namun keadaan transisi dan energi aktivasi masih belum diketahui. Hal ini dikarenakan melalui eksperimen keadaan transisi yang menghubungkan reaktan dan produk tidak dapat diidentifikasi. Oleh karena itu studi teoritis menggunakan komputer dibutuhkan untuk mengkaji keadaan transisi dan energi-energinya. Kimia komputasi merupakan penghubung hasil-hasil eksperimen di laboratorium dengan kajian teoritis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui (1) Struktur keadaan transisi reaksi ozonasi 2-naftol (2) Energi aktivasi reaksi ozonasi 2-naftol (3) Tahap penentu laju reaksi ozonasi 2-naftol. Penelitian ini merupakan penelitian teoritis dan dilakukan dalam beberapa tahap antara lain (1) Pembuatan model molekul (2) Optimasi geometri dan pengukuran frekuensi vibrasi reaktan dan produk (3) Penentuan struktur keadaan transisi dengan metode Quadratic Synchronous Transit 3 (QST 3) (4) Perhitungan energi keadaan transisi dengan metode M 511 ller-Plesset Perturbation 2 (MP2) (5) perhitungan Intrinsic Reaction Coordinate (IRC). Selisih dari energi keadaan transisi dan energi reaktan merupakan energi aktivasi yang menentukan tahap penentu laju reaksi ozonasi 2-naftol. Diagram energi potensial didapatkan dari hasil perhitungan IRC. Hasil penelitian memberikan dua struktur keadaan transisi. Satu keadaan transisi menghubungkan antara reaktan dan zat antara. Satu keadaan transisi yang lain menghubungkan zat antara dan produk. Masing-masing tahap reaksi memiliki nilai energi aktivasi berturut-turut sebesar 1218 45 kkal/mol dan 747 58 kkal/mol. Tahap penentu laju adalah tahap reaksi dari reaktan menjadi zat antara karena memiliki aktivasi lebih tinggi sebesar 1218 45 kkal/mol dan bukan merupakan reaksi yang eksotermis dengan entalpi sebesar 472 14 kkal/mol.


Informasi Detail
DDC
Rs 547.61504522 KAR s
Prodi
Universitas Negeri Malang. Program Studi Kimia, 2014.
Deskripsi Fisik
ix, 40 lembar : il. , tab. ; 30 cm
Bahasa
Indonesia
No Reg
04494/KI/17
Edisi
Skripsi (Sarjana)--Universitas Negeri Malang. 2014
Subjek
1. NAFTOL - KIMIA FISIK
2. NAPHTHALENES - PHISICAL CHEMISTRY

Pembimbing
1. Yahmin ; 2. Siti Marfu'ah
Lampiran Berkas
You must be logged in to get fulltext


UPT Perpustakaan UM
  • Berita

Tentang Kami

TIM IT Perpustakaan 2023

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS

Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik