Skripsi
Sexism on facebook status / Laily Isna Nur Cahyani
Abstrak
ABSTRAK Cahyani Laily I. N. 2017. Sexism on Facebook Status. Thesis Department of English Faculty of Letters Universitas Negeri Malang. Advisors Dr. Mirjam Anugerahwati M.A. Inayatul Fariha S. S. M.A. Keywords Seksisme Bias Jender Status Facebook Wacana Media. Media sosial adalah ajang untuk menerbitkan arti melalui beberapa simbol dan signifikasi. Cunningham dkk (2004) bahkan menyebutkan bahwa media sosial sangat berpengaruh dalam membentuk persepsi publik mengenai sesuatu. Tambahan pula Dian dalam Budiawan (2015) menyimpulkan bahwa media memperlihatkan negosiasi arti yang memperdebatkan komposisi kebudayaan. Satu dari sekian isu yang terdapat pada media adalah penggambaran jender tertentu yang berdasarkan pada jenis kelamin yang mereka miliki. Jender adalah tolok-ukur untuk menilai identitas seseorang pada penelitian kali ini perempuan di salah-representasikan melalui penggunaan bahasa seksis di media sosial. Penelitian ini memfokuskan pada bahasa seksis yang terdapat pada status Facebook untuk merepresentasikan wanita. Peneliti menemukan bahwa penggunaan bahasa seksis pada status Facebook menunjukkan bahwa wanita diposisikan sebagai bagian tersubordinasi pada suatu masyarakat. Kemudian ditemukan pula bahwa penggunaan bahasa seksis sangat bermanfaat untuk menunjukkan posisi superior pria dikarenakan mereka adalah pihak yang menilai. Dengan menggunakan akun pribadi peneliti data yang telah terkumpul diproses melalui tiga fase. Fase yang pertama adalah mengamati data yang berisi perepresentasian wanita di media sosial yang menggunakan bahasa seksis. Kemudian peneliti mencoba untuk memilah data yang sesuai dengan teori representasi seksisme wanita pada media selanjutnya peneliti menganalisis data dengan pendekatan interdisipliner. Data pada penelitian ini dalam bentuk status Facebook yang terdiri dari meme status tulisan dan juga gabungan dari keduanya. Penelitian ini juga mengkaji fungsi dari penggunaan bahasa seksis untuk merepresentasikan wanita. Peneliti menemukan bahwa perepresentasian wanita pada status Facebook dapat dikategorikan menjadi tiga aspek utama yaitu (1) representatsi seksisme perempuan yang melihat wanita berdasarkan feminisme ideal (2) representasi seksisme yang melihat wanita berdasarkan kepercayaan stereotipikal dan (3) representasi seksisme yang melihat wanita sebagai objek untuk memenuhi hasrat seksual. Kesimpulannya penelitian ini telah berhasil menunjukkan beberapa fungsi dari perepresentasian perempuan dengan menggunakan bahasa seksis. Perempuan dapat berposisi sebagai subjek dari penyelidikan dapat pula sebagai objek dari hasrat seksual begitu pun mereka dilihat secara keyakinan stereotipikal berdasarkan asumsi masyarakat. Perempuan dituntut untuk berperilaku lebih sesuai dengan norma daripada lelaki. Hal ini berarti untuk mengikuti tradisi sosio-kultural yang dipraktikkan di masyarakat dan untuk melanggengkan norma hegemoni lelaki.