Skripsi
Interaksi antara diameter puli dan luas penampang kawat kumparan rotor alternator IC regulator terhadap tegangan pengisian pada Daihatsu Feroza / Tanggar Vrisang Aghami
Abstrak
ABSTRAK Aghami Tanggar Vrisang. 2017. Interaksi antara diameter puli dan luas penampang kawat kumparan rotor alternator IC regulator terhadap tegangan pengisian pada Daihatsu Feroza. Skripsi Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Prof. Dr. Marji M.Kes. (II) Drs. Partono M.Pd. Kata Kunci puli kawat kumparan rotor alternator IC regulator tegangan pengisian Daihatsu Feroza Energi listrik merupakan salah satu hal yang sangat penting di bidang otomotif sama halnya pentingnya energi bagi manusia. Berbagai komponen di dalam kendaraan khususnya mobil membuat kebutuhan akan energi juga semakin besar. Kebutuhan energi tersebut disuplai oleh komponen mobil yaitu alternator yang menghasilkan arus listrik sesuai putaran mesin. Kecepatan putaran alternator dipegaruhi oleh puli semakin kecil diameternya maka semakin besar suplai tegangan pengisian. Sedangkan besar penampang kawat berpengaruh pada besarnya tegangan listrik yang dihasilkan semakin besar luas penampang kawat maka semakin besar tegangan listrik yang dihasilkan. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui interaksi variasi pada diameter puli dan luas penampang kawat kumpaan rotor alternator IC regulator terhadap tegangan pengisian pada mobil. Penelitian ini menggunakan metode penelitian quasy eksperimen. Analisis dari hasil penelitian ini menggunakan Anova dengan bantuan software pengolah data IBM SPSS Statistics. Hasill penelitian ini menunjukkan 1) Pengggunaan puli berdiameter 50 mm memberikan hasil yang lebih tinggi daripada penggunaan puli standar. Sedangkan pada penggunaan puli berdiameter 70 mm memberikan hasil yang lebih kecil daripada puli standar yang keseluruhannya meningkatkan tegangan pengisian pada saat putaran menengah yaitu pada putaran 2500 rpm setelah itu pada putaran tinggi yaitu pada 5000 rpm tegangan pengisian akan turun. 2) Pengggunaan kawat berdiameter 0 35 mm2 memberikan hasil yang lebih tinggi daripada penggunaan kawat standar Sedangkan pada penggunaan kawat berdiameter 0 65 mm2 memberikan hasil yang lebih kecil daripada kawat standar yang keseluruhannya meningkatkan tegangan pengisian pada saat putaran menengah yaitu pada 2500 rpm. 3) Interaksi yang signifikan antara diameter puli dan luas penampang kawat kumparan rotor alternator ic regulator terhadap tegangan pengisian pada daihatsu feroza. Interaksi paling kuat yang menghasilkan tegangan pengisian paling besar adalah saat variasi puli besar 70 mm dengan luas penampang kawat 0 35 mm2 yang menghasilkan tegangan tertinggi 14 558 V. Berdasarkan hasil data yang diperoleh dari penelitian dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh yang signifikan dari variasi diameter puli alternator dan variasi luas penampang kawat kumparan rotor alternator pada tegangan pengisian pada Daihatsu Feroza. Selain itu juga terdapat interaksi yang signifikan antara diameter puli dan luas penampang kawat kumparan rotor alternator terhadap tegangan pengisian. ABSTRACT Aghami Tanggar Vrisang. 2017. The interaction between pulley diameter and wide wire coil rotor alternator IC regulator on charging voltage of Daihatsu Feroza. Sarjana s Thesis Mechanical Enginer Departement Faculty of Engineering State University of Malang. Advisors (I) Prof. Dr. Marji M.Kes. (II) Drs. Partono M.Pd. Keywords pulley coil wire rotor alternator IC regulator voltage charging Daihatsu Feroza Electrical energy is one of the most important things in the automotive as well as the importance of energy for humans. Various components in the vehicle especially the car makes bigger energy needed. Energy requirements are supplied by the alternator that generates electric current according to engine speed. The rotation speed of the alternator is influenced by the pulleys the smaller diameter made the greater supply of charging voltage. While the wide wire effect on the amount of voltage generated electricity the wider wire made the greater voltage generated electricity. This research was conducted in order to know the interaction of variation on the diameter of the pulleys and wide of the rotor wire alternator IC regulator to the charging voltage on the car. This research uses quasy experimental method. Analysis of the results of this study using Anova with software IBM SPSS Statistics processing data. The outcome of this study show 1) The use of 50 mm diameter pulleys gives a higher than the use of standard pulleys. While on the use of diameter 70 mm diameter gives a smaller than the standard pulley which overall increase the charging voltage at the mid-rotation that is at 2500 rpm rotation after that at high rotation 5000 rpm the charging voltage will drop. 2) The use of 0.35 mm2 diameter wire gives higher than the standard wire while the use of 0.65 mm2 diameter wire gives smaller results than standard wire which overall increases the charging voltage at the intermediate rotation at 2500 rpm. 3) Significant interaction between pulley diameter and wide wire coil rotor alternator ic regulator to charging voltage at daihatsu feroza. The strongest interaction that produces the greatest charging voltage is when 70 mm pulley variation with 0.35 mm2 wide wire which produces the highest voltage of 14.558 V. Based on the data obtained from the research it can be concluded that there is a significant influence of the pulley diameter and wide wire coil rotor alternator variation on the charging voltage at Daihatsu Feroza. In addition there is also a significant interaction between the diameter of the pulley and wide alternator rotor coil wire to the charging voltage.