Skripsi
Pelaksanaan metode Bandongan dan Sorogan (studi kasus di Pondok Pesantren Miftahul Huda, Kelurahan gading Kasri, Kecamatan Klojen, Malang / Hawwin Fahmi Ramadhan
Abstrak
ABSTRAK Ramadhan Hawwin Fahmi. 2017. Pelaksanaan Pembelajaran Metode Bandongan dan Sorogan di Pondok Pesantren (Studi kasus di Pondok Pesantren Miftahul Huda Kelurahan Gading Kecamatan Klojen Kota Malang). Skripsi Program Studi Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. H. Nurhadi M.Pd (II) Drs. Ahmad Mutadzakir. M.Pd. Kata Kunci Pembelajaran Metode Bandongan dan Sorogan Pondok Pesantren Pondok pesantren merupakan lembaga pendidikan keagamaan islam yang tumbuh dan berkembang di masyarakat dan merupakan bagian dari pendidikan luar sekolah yang bernaung di bawah Kementrian Agama. Pondok pesantren tetap eksis dan konsisten dalam menjalankan fungsinya sebagai pusat pembelajaran agama islam dengan menawarkan berbagai metode dalam pembelajarannya. Metode yang digunakan dalam pondok pesantren meliputi metode bandongan dan sorogan . Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran metode Bandongan dan Sorogan di Pondok Pesantren Miftahul Huda. Serta untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan pembelajaran metode Bandongan dan Sorogan . Penelitian ini termasuk dalam penelitian deskriptif kualitatif dengan rancangan penelitian studi kasus. Data dikumpulkan melalui teknik observasi wawancara dan dokumentasi. Objek penelitian ini meliputi para ustadz dan santri Pondok Pesantren Miftahul Huda. Adapun data yang diperoleh dianalisis dengan cara triangulasi metode/teknik reduksi data penyajian data dan penarikan simpulan atau verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan metode bandongan dan sorogan di Pondok Pesantren Miftahul Huda banyak memiliki perbedaan waktu dan cara pelaksanan kriteria santri media materi evaluasi hambatan serta harapan. Akan tetapi masing-masing dari metode tersebut memiliki banyak kelebihan yang sangat bermanfaat bagi santri dan kekurangan tersendiri. Metode bandongan memiliki kelebihan diantaranya ialah waktunya sudah terjadwal tidak ada penggolongan santri. Disamping itu metode bandongan juga memiliki beberapa kelemahan yaitu tidak ada badal atau pengganti jika kiai berhalangan hadir tidak adanya sistem evaluasi langsung dan waktu yaang tersedia cukup singkat. Selain itu metode bandongan dan sorogan memiliki sebuah relevansi dengan program pendidikan nonformal seperti pendidikan kesetaraan dan homeschooling. Adapun kelebihan dari metode sorogan di Pondok Pesantren Miftahul Huda adalah pembahasannya lebih mendalam kerena pembelajarannya dilakukan secara satu persatu santri lebih berupaya untuk memacu diri lebih intensif untuk mengasah kemampuan santri kiai atau ustad dapat memberikan evaluasi langsung kepada santri. selain itu ada interaksi tersendiri antara kiyai dengan santri. Kelemahan dari metode sorogan adalah waktu yang dibutuhkan cukup panjang karena harus diadakan evaluasi dari kiai atau ustadz santri harus memiliki persiapan yang matang sebelum maju dalam pembelajaran metode sorogan . Saran seharusnya ada sistem evaluasi dalam metode bandongan meskipun tidak langsung dari kiai. Santri harus sudah siap sebelum maju kepada kiai atau ustadz untuk sorogan kitab ataupun hafalan.