Skripsi
Deskripsi visualisasi tokoh punokawan Baong padaWwayang Kulit Purwa gaya Surakarta dengan gaya Yoyakarta / Muhammad Syafi\'i
Abstrak
ABSTRAK Syafi i Muhammad. 2017. Deskripsi Visualisasi Tokoh Punakawan Bagong Pada Wayang Kulit Purwa Gaya Surakarta Dengan Gaya Yogyakarta. Skripsi Jurusan Seni dan Desain Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dra. Lilik Indrawati M.Pd (II) Ike Ratnawati S.Pd. M.Pd. Kata Kunci Perbandingan visualisasi Bagong wayang kulit purwa Surakarta Yogyakarta Bagong adalah salah satu tokoh Punakawan yang paling mirip dengan Semar. Karena masalah politik pada zaman Belanda Bagong di Kesultanan Surakarta sempat dihilangkan. Namun Kesultanan Yogyakarta tetap menggunakannya.Surakarta dan Yogyakarta memiliki budaya yang hampir sama namun memiliki perbedaan pada visualisasi wayangnya termasuk Bagong sehingga peneliti akan membandingkan visualisasi pada tokoh Bagong gaya Surakarta dengan gaya Yogyakarta. Tujuan dari penelitian ini adalah memdeskripsikan perbedaan visualisasi atribut dan anatomi tubuh pada tokoh Bagong Surakarta dengan Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif deskriptif. Peneliti bertindak sebagai instrumen utama. Data pada penelitian ini diperoleh melalui metode observasi dan wawancara. Langkah-langkah analisis data yang dilakukan adalah klasifikasi data penyajian data dan penarikan kesimpulan. Untuk menguji keabsahan data dilakukan kegiatan triangulasi metode. Perbedaan visualisasi pada atribut dan anatomi tubuh Bagong Surakarta dan Yogyakarta yaitu atribut Bagong Surakarta memakai gelungsemol sedangkan Bagong Yogyakarta tidak memakai. Bagong Surakarta memakai anting biasa warna hitam campuran sedangkan Bagong Yogyakarta berwarna merah campuran. Atribut kalung Bagong Surakarta adalah kalung roda inten-intenan sedangkan Bagong Yogyakarta adalah kalung roda motif ceplok.Bagong Surakarta memakai atribut gelang dhagelansunggingan warna kuning hitam sedangkan Bagong Yogyakarta memakai gelang dhagelan sunggingan kuning merah. Bagong Surakarta memakai cincin dhagelansunggingan kuning merah sedangkan Bagong Yogyakarta memakai cincin dhagelansunggingan kuning hitam. Atribut sabuk Bagong Surakarta adalah sabuk sunggingan cindhen sedangkan Bagong Yogyakarta adalah sabuk sunggingan blok. Kampuh Bagong Surakarta adalah kampuh sunggingan bludiran sedangkan Bagong Yogyakarta adalah kampuh sunggingan slobog. Bagong Surakarta memakai atribut gaman keris sedangkan Bagong Yogyakarta tidak memakai.Anatomi posisi wajah Bagong Surakarta mendongak dengan mata plolon sedangkan wajah Bagong Yogyakarta menunduk dengan mata keran. Visualisasi badan Bagong Yogyakarta perutnya tidak menonjol keluar dengan posisi jari nuding dibandingkan dengan badan Bagong Surakarta perutnya menonjol keluar dengan jari megar. Bagong Surakarta posisi kaki belakangnya jinjit sedangkan kaki Bagong Yogyakarta sejajar. Dari hasil penelitian ini diharapkan ada penelitian pada tokoh Bagong dan Punakawan lain dari sisi sejarah dan makna simbolik.