Skripsi
Analisis perbandingan risiko kebangkrutan pada bank syariah devisa dan non devisa dengan menggunakan metode Altman Z-score periode 2014-2016 / Ardi Rizky Wibowo
Abstrak
ABSTRAK Wibowo Ardi Rizky. 2017. Analisis Perbandingan Risiko Kebangkrutan Pada Bank Syariah Devisa dan Non Devisa Dengan Menggunakan Metode Altman Z-score Periode 2014-2016. Skripsi Jurusan Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang Pembimbing Dr. Dwi Wulandari S.E M.M. Kata Kunci Risiko Kebangkrutan Bank Syariah Devisa Bank Syariah Non Devisa Dalam kondisi perekonomian yang tidak stabil serta penggunaan sistem kurs mengambang bebas yang diterapkan saat ini bank devisa memiliki izin melakukan transaksi keluar negeri cenderung memiliki risiko yang lebih besar dibandingkan bank non devisa. Kebangkrutan merupakan masalah yang sangat penting dan menjadi hal yang harus diwaspadai oleh setiap perusahaan tidak terkecuali bagi perusahaan perbankan. Untuk itu untuk mengantisipasi berbagai risiko yang mungkin terjadi diperlukan suatu tindakan sedini mungkin untuk mengukur kondisi serta tingkat kesehatan perbankan syariah itu sendiri. Terdapat beberapa model analisis yang sering digunakan dalam memprediksi kebangkrutan perusahaan salah satu yang terkenal adalah analisis prediksi kebangkrutan model Altman Z-score yang dikemukakan oleh Edward I. Altman pada tahun 1968. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan seberapa besar risiko kebangkrutan bank syariah devisa dan non devisa serta melihat apakah terdapat perbedaan tingkat kebangkrutan bank syariah devisa dan non devisa berdasarkan perhitungan metode Altman Z-score. Penelitian ini mencoba menerapkan rasio-rasio dalam metode Altman Z-score untuk perusahaan non-manufacturing dalam melakukan prediksi kebangkrutan. Dengan menggunakan variabel berupa rasio Working Capital to Total Assets Retained Earnings to Total Assets Earning Before Interest and Taxes to Total Assets dan Book Value of Equity to Total Liabilities. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deksriptif kuantitatif. Data diperoleh dari laporan publikasi keuangan terdiri dari neraca dan laporan laba rugi bank syariah devisa dan non devisa yang terpublikasi di Bank Indonesia. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik studi dokumentasi dan studi pustaka. Analisis data dilakukan dengan menggunakan teknik analisis diskriminan model Altman Z-score dan uji hipotesis Independent Sample T-Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bank syariah non devisa memiliki risiko kebangkrutan lebih besar dibandingkan bank syariah devisa. Rata-rata Z-score bank syariah non devisa dalam 3 tahun rentang penelitian selalu lebih kecil dibandingkan rata-rata Z-score bank syariah devisa. Berdasar hasil uji hipotesis Independent Sample T-Test diperoleh kesimpulan tidak terdapat perbedaan yang signifikan tingkat kebangkrutan bank syariah devisa dan non devisa.