Skripsi
Implementasi smart city di Kota Malang / Olyvia Rizka
Abstrak
ABSTRAK Rizka Olyvia. 2017. Implementasi Smart City Di Kota Malang. Skripsi. Jurusan Ekonomi Pembangunan. Fakultas Ekonomi. Universitas Negeri Malang. Pembimbing Dr. Farida Rahmawati S.E. M.E. Kata kunci pengembangan kota smart city. Konsep kota pintar (smart city) banyak dipergunakan oleh kota-kota besar yang ada di Negara maju konsep ini memakai pengabungan dari teknologi informasi dan komunikasi yang menjadi sarana penting dalam pelayanan publik agar lebih interaktif dan efisien. Proses pengubahan sebuah kota menjadi kota pintar (smart city) adalah sebuah proses yang sangat kompleks. Perubahan menjadi kota pintar (smart city) mempengaruhi bayak aspek dalam pelaksanaan perkotaan termasuk pemerintahan bangunan mobilitas tenaga lingkungan dan pelayanan masyarakat. Di kota Malang implementasi dari kota pintar (smart city) masih sangat baru dengan begitu penelitian ini berusaha untuk melihat bagaimana konsep kota pintar (smart city) yang terjadi di Kota Malang berdasarkan 6 karakteristik yaitu pemerintah pintar (smart governance) hidup pintar (smart living) mobilitas pintar (smart mobility) ekonomi pintar (smart economi) masyarakat pintar (smart people) dan lingkungan pintar (smart environment). Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif-deskriptif dengan tujuan menjelaskan secara utuh fenomena kota pintar (smart city) yang dirasakan oleh warga Kota Malang. Data yang digunakan adalah data primer dan sekunder dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara dokumentasi observasi dan studi pustaka. Metode analisis data menggunakan analisis coding yang selanjutnya di deskripsikan secara cermat sesuai dengan tujuan dari penelitian ini yaitu untuk melihat bagaiamana implementasi kota pintar (smart city) berdasarkan enam karakteristik. Hasil penelitian menunjukkan Implementasi kota pintar (smart city) di Kota Malang masih belum bisa di ukur secara tepat berdasar indikator yang diterapkan karena masih belum maksimalnya konsep kota pintar (smart city) di implementasikan di Kota Malang. Masih rendahnya pengetahuan tentang teknologi dan informasi baik dari sumber daya manusia di pemerintahan dan juga masyarakat sendiri. Dari faktor smart governance yang masih lambat implementasinya dikarenakan masih kurangnya pemahaman teknologi informasi dari pegawai pemerintah dan juga masyarakat. Smart economic memiliki implementasi yang belum menonjol karena pemanfaatan teknologi masih dalam pendataan untuk peningkatan daya saing UMKM. Faktor ketiga yaitu smart living implementasinya dengan meningkatkan fasilitas pendidikan di kota Malang. Smart environment di kota Malang implementasinya terlihat menonjol dengan dibangunnya taman-taman yang dilengkapi dengan hotspot. Implementasi smart people tidak terlepas dari kerjsama Pemkot dengan organisasi dari masyarakat yang berjalan dibidang industri kreatif. Tujuannya adalah untuk memberikan tambahan pengetahuan kepada sumberdaya manusia agar dapat menjalankan teknologi dengan baik. Implementasi Smart mobility ditunjukkan dalam Pemkot berusaha untuk menyediakan akses internet di beberapa tempat publik. Sebanyak 50 lebih titik hotspot telah di sediakan pemkot yang bekerja sama dengan Telkom.