Skripsi
Pengaruh penerapan terapi sensori integrasi terhadap kemampuan motorik halus pada anak tunagrahita tingkat sedang di SLB Idayu 2 Malang / Rahandita Puspaningrum
Abstrak
ABSTRAK Puspaningrum Rahandita. 2017. Pengaruh Penerapan Terapi Sensori Integrasi terhadap Kemampuan Motorik Halus pada Anak Tunagrahita Tingkat Sedang. Skripsi Jurusan Ilmu Keolahragaan Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Slamet Raharjo S.Pd M.Or (II) Drs. Mulyani Surendra M.S. Kata kunci Terapi sensori integrasi kemampuan motorik halus anak tunagrahita tingkat sedang. Sensori integrasi adalah pengorganisasian sensasi untuk penggunaan sebuah proses yang berlangsung di dalam otak yang memungkinkan memahami dunia untuk mengetahui informasi pada respon anak yang tidak adaptif. Pada motorik halus penelitian ini peneliti menggunakan kata ketelitian/ketepatan yang berarti teliti adalah cermat dan seksama dalam kegiatan ini diartikan bahwa teliti itu hasil lipatannya lurus sesuai garis lipatan. Anak tunagrahita tingkat sedang dengan keadaan fisik yang kurang koordinasi gerak akan mengalami gangguan motoriknya. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan motorik halus dengan melipat kertas origami pada anak tunagrahita tingkat sedang di SLB Idayu 2 Malang. Jenis penelitian ini adalah One Group Pretest-Posttest Design. Subjek penelitian adalah anak tunagrahita tingkat sedang kelas 1 di SLB Idayu 2 Malang. Pada treatment kelompok eksperimen diberi terapi sensori integrasi. Proses pengambilan data pretes dan postes dilakukan menggunakan check-list. Selanjutnya data hasil penelitian dianalisis menggunakan bantuan SPSS seri 16.0. Pada penelitian ini uji hipotesis yang digunakan adalah Uji Wilcoxon dan Uji One-way ANOVA (uji-f). Uji wilcoxon digunakan untuk melihat perbedaan nilai dari post-test ke pretest sedangkan uji One-way ANOVA digunakan untuk melihat perbedaan masing-masing perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan perubahan yang signifikan dalam peningkatan kemampuan motorik halus yang digambarkan dalam diagram chart. Analisis didasarkan pada hasil lima kali perlakuan terhadap 6 subjek. Hasil statistik deskriptif bahwa mean kemampuan motorik halus pretes 3 333 dan postes 10.33. Berdasarkan hasil analisis dapat diketaui Asymp.Sig. (2-tailed) bernilai 0 026 0 05. Dari hasil tersebut menunjukkan Ha diterima maka dapat disimpulkan terdapat peningkatan signifikan terhadap kemampuan motorik halus pada anak tunagrahita tingkat sedang kelas 1 di SLB Idayu 2 Malang setelah melakukan kegiatan terapi sensori integrasi. Hasil penelitian ini merekomendasikan bahwa terapi sensori integrasi dapat menjadi terapi untuk meningkatkan kemampuan motorik halus anak tunagrahita tingkat sedang kelas 1 SLB Idayu 2 Malang. Saran bagi peneliti selanjutnya disarankan untuk dijadikan referensi bagi yang ingin lebih mengembangkan penelitian dalam bidang yang sama khususnya dalam meningkatkan kemampuan motorik halus anak tunagrahita.