Skripsi
Efektivitas dan efisiensi pengolahan pisang mas kirana kelompok Sekar Maju di desa Pasrujambe Kabupaten Lumajang / Mochamad Chamim Imron
Abstrak
ABSTRAK Imron Mochamad Chamim. 2017. Efektivitas dan Efisiensi Pengolahan Pisang Mas Kirana Kelompok Sekar Maju II Desa Pasrujambe Kabupaten Lumajang. Skripsi Progam Studi S1 Ekonomi Pembangunan Jurusan Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing Dr. Mit Witjaksono MS. Ed. Kata Kunci Efektivitas Efisiensi Pengolahan Pisang Mas Kirana. Pengolahan pisang mas kirana kelompok Sekar Maju II merupakan salah satu bidang usaha yang bergerak disektor pertanian dengan bentuk olahan buah segar. Kualitas dan kuantitas produk yang dihasilkan mempengaruhi pengolahan pisang mas kirana dalam menghasilkan olahan buah segar. Prinsip efektivitas dan efisiensi perlu diperhatikan dalam proses pengolahan pisang mas. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menghitung seberapa efektif dan efisien kelompok Sekar Maju II dalam pengolahan pisang mas kirana dan cara untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan survey lapangan dengan menggunakan data kuantitatif dan kualitatif. Data yang dibutuhkan adalah data tentang modal awal tahapan proses pengolahan pisang mas kirana waktu pengolahan pisang mas kirana kuantitas pengolahan dan alokasi biaya pengolahan. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data tersebut adalah dengan pengamatan lapangan wawancara dan kuesioner. Hasil penelitian peneliti mendapatkan data tingkat efektivitas dan efisiensi pengolahan pisang mas kirana. Efektivitas dibedakan menjadi dua kategori yaitu efektivitas cara pengolahan dan kuantitas pengolahan. Efektivitas cara pengolahan pisang mas kirana dapat dikategorikan efektif karena telah memperhatikan standar operasional prosedur yang telah ditetapkan. Efektivitas kuantitas pengolahan pisang mas kirana mencapai kriteria efektif sebesar 120% dan melebihi target yang telah ditentukan dapat diartikan bahwa pengolahan pisang mas kirana kelompok Sekar Maju II mampu dikembangkan. Kedua efisiensi dibedakan menjadi dua kategori yaitu efisiensi waktu pengolahan dan alokasi biaya pengolahan. Kategori efisiensi waktu pengadaan bahan dapat dikategorikan efisien jika kelompok membeli buah pisang dari petani sekitar Desa Pasrujambe sisi waktu pengolahan bahan efisiensi dikategorikan medium karena masih menggunakan cara manual dan sisi waktu pengemasan produk efisiensi dalam kategori medium karena banyak waktu yang dikeluarkan pada saat pengkelasan. Kategori efisiensi alokasi biaya pengolahan didapatkan hasil R/C ratio adalah 1 20 hal ini menunjukkan tingkat efisiensi pengolahan pisang mas kirana dari segi biaya pengolahan sehingga dapat dikategorikan pengolahan pisang mas kirana mampu mengelolah kondisi keuangan dan telah menerapkan prinsip efisiensi.