Skripsi
Pengembangan e-modul berbasis mobile pada matapelajaran sistem operasi untuk meningkatkan keaktifan siswa kelas X Multimedia di SMK Negeri 5 Malang / Satria Putra Pratama
Abstrak
ABSTRAK Pratama Satria Putra. 2017. Pengembangan E-Modul Berbasis Mobile Pada Matapelajaran Sistem Operasi Untuk Meningkatkan Keaktifan Siswa Kelas X Multimedia Di SMK Negeri 5 Malang. Skripsi Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) DR. Tri Atmadji S. M.Pd (II) Triyanna Widiyaningtyas S.T. M.T. Kata Kunci Pengembangan e-modul Sistem Operasi Keaktifan Siswa Salah satu pengaruh dari perkembangan teknologi informasi adalah berkembangnya fasilitas pendidikan terutama dalam melaksanakan pembelajaran di kelas. Proses Kegiatan Belajar Mengajar tidak lepas dari penggunaan beberapa media yang interaktif sebagai alat bantu belajar. Sebagai wujud penggunaan media yang interaktif sebagai alat bantu belajar serta pemanfaatan gadget yang dimiliki peserta didik perlu dikembangkan suatu media pembelajaran interaktif berupa e-modul berbasis mobile yang dapat dioperasikan pada gadget atau smartphone. Model pengembangan yang digunakan untuk mengembangkan e-modul berbasis mobile pada Matapelajaran Sistem Operasi adalah model 4D. Terdapat 4 langkah dalam model 4D yaitu (1) Define (2) Design (3) Development dan (4) Dissemination. E-modul yang dikembangkan telah melalui beberapa proses validasi uji coba dan tahap implementasi untuk menilai tingkat keaktifan siswa melalui angket. Selain menggunakan angket yang diberikan pada siswa pengukuran keaktifan juga menggunakan cara observasi pada saat implementasi di kelas. Tahap observasi dibagi menjadi dua tahap serta mengumpulkan data melalui angket penilaian observer. Hasil validasi ahli materi mendapatkan skor validitas 90 74% dan dinyatakan sangat valid. Hasil validasi ahli media mendapatkan skor validitas 85 42% dan dinyatakan sangat valid. Hasil uji coba skala kecil mendapatkan skor validitas 87 56% dan dinyatakan sangat valid. Hasil uji coba skala luas mendapatkan skor validitas 88 53% dan dinyatakan sangat valid. Hasil uji lapangan atau implementasi melalui angket siswa mendapatkan skor validitas 88 53% dan dinyatakan sangat valid. Observasi tahap pertama mendapatkan skor 81 04% dan observasi tahap kedua mendapatkan skor 91 67%. Dari penjabaran tersebut dapat disimpulkan bahwa seluruh hasil validasi maupun uji coba mendapatkan predikat sangat valid dan terjadi peningkatan persentase dari observasi tahap pertama sampai observasi tahap kedua. Sehingga e-modul dapat dikatakan mampu meningkatkan keaktifan siswa.