Skripsi
Pengembangan bahan ajar berbasis quantum teaching and learning pada mata pelajaran pekerjaan dasar elektromekanik untuk kelas X semester 2 di SMK Program Keahlian Teknik Ketenagalistrikan / Zumrotul Khoiriyah
Abstrak
ABSTRAK Khoiriyah Zumrotul. 2017. Pengembangan Bahan Ajar Berbasis Quantum Teaching and Learning pada Mata Pelajaran Pekerjaan Dasar Elektromekanik untuk Kelas X Semester 2 di SMK Program Keahlian Teknik Ketenagalistrikan. Skripsi Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. Slamet Wibawanto M.T (II) Dr. Eng. Anik Nur Handayani S.T. M.T. Kata Kunci modul pekerjaan dasar elektromekanik quantum teaching and learning. Kurikulum 2013 merupakan kurikulum yang belum lama diaplikasikan di sekolah. Salah satu kunci sukses yang menentukan keberhasilan implementasi kurikulum 2013 yaitu fasilitas dan sumber belajar yang memadai. Mata pelajaran Pekerjaan Dasar Elektromekanik merupakan mata pelajaran dasar bagi program keahlian Teknik Ketenagalistrikan. Hasil wawancara guru pengampu mata pelajaran Pekerjaan Dasar Elektromekanik di SMK Negeri 6 Malang bahwa sumber belajar yang digunakan dalam pembelajaran berasal dari buku BSE untuk semester 1 jobsheet handout internet lingkungan sekitar video dan lain-lain. Secara umum bahan ajar tersebut belum sesuai struktur silabus di semester 2. Sedangkan hasil observasi ke siswa kelas X di SMK N 6 Malang dari 56 siswa menunjukkan bahwa 86 38% membutuhkan modul mata pelajaran Pekerjaan Dasar Elektromekanik. Berdasarkan observasi yang telah dilakukan pada beberapa toko buku di kota Malang menunjukkan belum tersedia bahan ajar mata pelajaran Pekerjaan Dasar Elektromekanik. Kendala lain dalam pembelajaran yang diuraikan oleh guru pengampu mata pelajaran Pekerjaan Dasar Elektromekanik di SMK N 6 Malang yaitu motivasi belajar siswa untuk memahami materi sangat rendah. Sehingga dibutuhkan modul ajar yang dapat memudahkan siswa untuk belajar secara mandiri maupun terbimbing. Modul siswa dirancang untuk model pembelajaran quantum teaching and learning. Tahapan model pembelajaran quantum teaching and learning yang diadopsi dalam modul ajar terdiri dari (a) tumbuhkan (b) alami (c) namai (d) demonstrasikan (e) ulangi (f) rayakan. Model pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu model pengembangan Sadiman. Modul ajar ini telah diuji coba melalui uji coba satu lawan satu oleh ahli (menguasai dasar instalasi tenaga listrik berpengalaman mengajar serta menilai kualitas media) dan guru pengampu mata pelajaran Pekerjaan Dasar Elektromekanik SMK N 6 Malang. Uji coba kelompok kecil dan uji coba lapangan ke siswa kelas XI di SMK N 6 Malang. Hasil uji coba satu lawan satu untuk modul siswa dari ahli 1 ahli 2 dan ahli 3 diperoleh rata-rata dengan persentase 95 15% yang berarti sangat valid. Hasil validasi modul guru diperoleh rata-rata dengan persentase 99% yang berarti sangat valid. Uji coba kelompok kecil didapatkan 86 90% yang berarti sangat valid. Uji coba lapangan didapatkan 89 09% yang berarti sangat valid. Hasil uji efektivitas menunjukkan bahwa rata-rata hasil belajar siswa mengalami peningkatan 28 75 dan diatas KKM. Sehingga modul ajar yang dikembangkan ini layak dan efektif digunakan dalam kegiatan pembelajaran.