Skripsi
Analisis strategi pengembangan hasil olahan laut di Kota Probolinggo (studi pada UKM Olahan Laut Kota probolinggo) / Anita Prameswari
Abstrak
ABSTRAK Prameswari Anita. 2017. Strategi Pengembangan Hasil Olahan Laut Di Kota Probolinggo (Studi pada UKM Olahan Laut Kota Probolinggo). Skripsi Program Studi S1 Ekonomi Pembangunan Jurusan Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing Dr. Sugeng Hadi Utomo M.S Kata Kunci Strategi Pengembangan Hasil Olahan Laut UKM Olahan Laut Indonesia sebagai negara kepulauan adalah salah satu negara yang memiliki kepulauan terbesar dan terbanyak di dunia. Wilayah pesisir dan laut Indonesia yang sangat luas memiliki kekayaan dan keanekaragaman sumberdaya alam (SDA) salah satunya perikanan. Potensi perikanan tangkap di perairan laut Indonesia diperkirakan mencapai 6 41 juta ton per tahun. Meski potensi yang melimpah tersebut belum dimanfaatkan secara optimal. Kota Probolinggo merupakan daerah pantai utara yang memiliki panjang pantai 7 km2 dan luas wilayahnya sebesar 5.666 70 Ha. Potensi perikanan tangkap di Kota Probolinggo cukup berlimpah namun terjadi kesenjangan antara potensi dan produksi perikanan tangkap di Kota Probolinggo karena masih belum dimanfaatkan potensi yang berlimpah tersebut secara optimal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi perikanan di Kota Probolinggo untuk mengetahui strategi pengembangan hasil olahan laut di Kota Probolinggo dan untuk mengetahui peran pemerintah daerah dalam pengembangan hasil olahan laut di Kota Probolinggo. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif peneliti berusaha menggali informasi secara mendalam kemudian mendeskripsikan dan memahami suatu fenomena dari sudut pandang informan di dalamnya dalam metode pengumpulan data dengan menggunakan teknik observasi wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini adalah potensi perikanan di Kota Probolinggo mencakup produksi perikanan tangkap. Produksi perikanan tangkap mengalami peningkatan dari tahun 2015-2016.Namun nilai produksi ikan segar masih lebih tinggi daripada produksi olahan hasil laut. Kendati produksi olahan laut mengalami penurunan dari tahun 2015-2016. Di Kota Probolinggo terdapat 87 UKM olahan laut yang memanfaatkan produksi perikanan tangkap yang artinya potensi perikanan di Kota Probolinggo dapat terus dikembangkan. Strategi pengembangan hasil olahan laut di Kota Probolinggo disini dilakukan oleh para pelaku UKM olahan laut meliputi aspek sumber daya alam (SDA) sumber daya manusia (SDM) manajemen produksi modal pemasaran. Peran pemerintah daerah Kota Probolinggo melalui DKP sebagai instansi teknis dalam pengembangan hasil olahan laut adalah peran pemerintah dalam pengelolaan produksi dalam pemasaran pendanaan dalam bentuk kerjasama dengan instansi terkait dalam kelembagaan khusus. ABSTRAK Prameswari Anita. 2017. Strategi Pengembangan Hasil Olahan Laut Di Kota Probolinggo (Studi pada UKM Olahan Laut Kota Probolinggo). Skripsi Program Studi S1 Ekonomi Pembangunan Jurusan Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing Dr. Sugeng Hadi Utomo M.S Kata Kunci Strategi Pengembangan Hasil Olahan Laut UKM Olahan Laut Indonesia sebagai negara kepulauan adalah salah satu negara yang memiliki kepulauan terbesar dan terbanyak di dunia. Wilayah pesisir dan laut Indonesia yang sangat luas memiliki kekayaan dan keanekaragaman sumberdaya alam (SDA) salah satunya perikanan. Potensi perikanan tangkap di perairan laut Indonesia diperkirakan mencapai 6 41 juta ton per tahun. Meski potensi yang melimpah tersebut belum dimanfaatkan secara optimal. Kota Probolinggo merupakan daerah pantai utara yang memiliki panjang pantai 7 km2 dan luas wilayahnya sebesar 5.666 70 Ha. Potensi perikanan tangkap di Kota Probolinggo cukup berlimpah namun terjadi kesenjangan antara potensi dan produksi perikanan tangkap di Kota Probolinggo karena masih belum dimanfaatkan potensi yang berlimpah tersebut secara optimal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi perikanan di Kota Probolinggo untuk mengetahui strategi pengembangan hasil olahan laut di Kota Probolinggo dan untuk mengetahui peran pemerintah daerah dalam pengembangan hasil olahan laut di Kota Probolinggo. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif peneliti berusaha menggali informasi secara mendalam kemudian mendeskripsikan dan memahami suatu fenomena dari sudut pandang informan di dalamnya dalam metode pengumpulan data dengan menggunakan teknik observasi wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini adalah potensi perikanan di Kota Probolinggo mencakup produksi perikanan tangkap. Produksi perikanan tangkap mengalami peningkatan dari tahun 2015-2016.Namun nilai produksi ikan segar masih lebih tinggi daripada produksi olahan hasil laut. Kendati produksi olahan laut mengalami penurunan dari tahun 2015-2016. Di Kota Probolinggo terdapat 87 UKM olahan laut yang memanfaatkan produksi perikanan tangkap yang artinya potensi perikanan di Kota Probolinggo dapat terus dikembangkan. Strategi pengembangan hasil olahan laut di Kota Probolinggo disini dilakukan oleh para pelaku UKM olahan laut meliputi aspek sumber daya alam (SDA) sumber daya manusia (SDM) manajemen produksi modal pemasaran. Peran pemerintah daerah Kota Probolinggo melalui DKP sebagai instansi teknis dalam pengembangan hasil olahan laut adalah peran pemerintah dalam pengelolaan produksi dalam pemasaran pendanaan dalam bentuk kerjasama dengan instansi terkait dalam kelembagaan khusus.