Skripsi
Profil usaha mikro kecil menengah di Kota Malang (studi pada kelompok usaha emping jagung di Kelurahan Pandanwangi Kecamatan Blimbing) / Achmad Satriyo Ardiansyah
Abstrak
ABSTRAK Ardiansyah Achmad Satriyo. 2017. Profil Usaha Mikro Kecil Menengah di Kota Malang (Studi Pada Usaha Emping Jagung di Kelurahan Pandanwangi Kecamatan Blimbing). Skripsi Jurusan Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing Dr.Sugeng Hadi Utomo M.S. Kata Kunci UMKM Emping Jagung. Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) mempunyai kedudukan potensi dan peranan yang penting dan strategis dalam mewujudkan tujuan pembangunan ekonomi. Usaha mikro kecil dan menengah merupakan kegiatan usaha yang mampu memperluas lapangan kerja dapat berperan dalam proses pemerataan dan peningkatan pendapatan masyarakat mendorong pertumbuhan ekonomi dan berperan mewujudkan stabilitas di bidang ekonomi. Usaha Emping Jagung ini sangat berpotensi untuk meningkatkan perekonomian rakyat karena pada dasarnya jagung merupakan komoditi tanaman pangan yang sangat mudah untuk dibudidayakan sepanjang musim baik di musim penghujan maupun di musim kemarau yang terpenting kebutuhan air tercukupi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mengkaji gambaran secara umum faktor pendukung dan penghambat dan peran pemerintah yang dihadapi oleh kelompok usaha emping jagung. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif deskriptif yaitu melalui studi kasus yang terjadi di lokasi UMKM emping jagung peneliti ingin mendalami tentang profil UMKM di Kota Malang. Data yang diambil terdiri dari dua jenis yaitu data primer dan data sekunder. Data primer didapatkan langsung dari wawancara sedangkan data sekunder didapatkan melalui arsip Kelurahan Pandanwangi. Hasil penelitian adalah (1) usaha emping jagung yang berada di Kelurahan Pandanwangi berdiri sejak tahun 1980 an dengan jumlah sekitar 14 pengusaha. Bahan baku utama emping jagung adalah jagung dengan varietas Bisi-2 Bisi-16 dan NK-99 dan bahan penunjang minyak nabati dan garam. Proses pemasarannya secara langsung dijual di tempat usaha dipasarkan ke pusat oleh-oleh maupun dijual secara online. (2) Faktor pendukung usaha emping jagung itu sendiri adalah tenaga kerja murah lahan yang memadai dan alat-alat penunjang produksi emping jagung. Faktor penghambat dalam UMKM emping jagung ini berbeda-beda ada pengusaha yang merasakan bahwa modal usaha dan lahan yang kurang adalah penghambat perkembangan UMKM emping jagung cara pemasaran yang terbatas dan kondisi cuaca yang tidak menentu. (3) Peran pemerintah terhadap UMKM emping jagung salah satunya dari Kelurahan berupa bimbingan tentang teknologi kemudian memudahkan untuk ijin-ijin mengurus surat-surat usaha. Tidak adanya bantuan berupa modal pameran dagang dari pemerintah. Tetapi ada peran pemerintah yang belum maksimal yaitu pemasaran berupa pengenalan produk secara meluas dengan pembuatan gapura sentra industri emping jagung di perumahan Araya yang belum berjalan.