Skripsi
Pengembangan instrumen tes diagnostik two-tier dan identifikasi miskonsepsi pada konsep tekanan zat siswa SMP kelas VIII / Miftakhul Annisa
Abstrak
ABSTRAK Annisa Miftakhul. 2017. Pengembangan Instrumen Tes Diagnostik Two-Tier Dan Identifikasi Miskonsepsi Konsep Tekanan Zat Siswa SMP Kelas VIII. Skripsi FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing Vita Ria Mustikasari S.Pd. M.Pd dan Dr. Munzil M.Si. Kata Kunci miskonsepsi instrumen diagnostik two-tier tekanan zat IPA sebagai produk ilmiah terdiri dari sekumpulan pengetahuan dan konsep. Konsep dalam IPA sebagian besar bersifat abstrak sehingga sulit dipahami siswa. Kesulitan mempelajari konsep abstrak dapat menyebabkan siswa mengalami miskonsepsi. Miskonsepsi yang terjadi pada siswa jika tidak diperbaiki akan mengganggu pembelajaran berikutnya. Pemahaman konsep siswa yang tidak tepat dan terjadi secara terus menerus akan mempengaruhi efektivitas proses belajar. Oleh karena itu perlu diperlukan instrumen untuk mengidentifikasi miskonsepsi yang dialami oleh siswa. Salah satu cara untuk mendiagnostik miskonsepsi yang dialami siswa melalui tes diagnostik two-tier. Identifikasi miskonsepsi dilakukan untuk mengetahui penyebab miskonsepsi yang terjadi pada siswa sehingga dapat ditentukan solusi pemecahannya. Tujuan dari penelitian ini adalah mengembangkan instrumen tes diagnostik two-tier pada konsep tekanan zat yang valid reliabel dan mengidentifikasi miskonsepsi pada konsep tekanan zat di salah satu SMP di kabupaten Jombang tahun akademik 2015/2016. Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan atau Research and Development (R D). Penelitian pengembangan ini bertujuan untuk menghasilkan produk berupa instrumen tes diagnostik two-tier untuk mengidentifikasi miskonsepsi siswa pada konsep tekanan zat. Penelitian dan pengembangan ini menggunakan model 4D. Model pengembangan 4D terdiri dari empat tahap yaitu (1) pendefinisian (define) (2) perancangan (design) (3) pengembangan (develop) dan (4) penyebaran (disseminate). Namun pada penelitian ini tidak dilaksanakan tahap penyebaran (disseminate). Pengembangan ini menghasilkan 16 soal yang valid dengan reliabilitas sebesar 0 725. Hasil identifikasi miskonsepsi yang telah dilakuan ditemukan 9 miskonsepsi yang dialami siswa sebagai berikut (1) Tekanan pada suatu benda dipengaruhi oleh luas permukaannya. Semakin besar luas permukaan balok maka tekanan yang dihasilkan akan semakin besar (33 33%) (2) Penampang wadah dan ukuran benda mempengaruhi tekanan hidrostatis benda tersebut (36 67%) (3) Suatu benda akan tenggelam dalam zat cair jika massa zat cair lebih kecil dari massa benda (23 33%) (4) Suatu benda akan tenggelam dalam zat cair jika gaya angkat ke atas lebih kecil daripada berat benda (30%) (5) Suatu benda akan terapung dalam zat cair jika massa jenis zat cair lebih kecil dari massa benda (40%) (6)Besar gaya pada piston yang berhubungan sama besar karena gaya yang diberikan sama besar (46 67%) (7) Osmosis terjadi pada saat molekul-molekul pelarut berpindah dari larutan berkonsentrasi rendah ke larutan yang berkonsentrasi tinggi sampai konsentrasi kedua pelarut setimbang (36 57%) (8) Makhluk hidup akan mengalami proses difusi jika terjadi perbedaan partikel yang ada diudara dan partikel didalam tubuh (40%) (9) Tanaman dapat menyerap air walaupun tidak memiliki akar karena adanya tekanan pada bagian bawah batang tanaman (23 33%).