Tesis
Pengaruh model pembelajaran Creative Problem Solving (CPS) terhadap penguasaan konsep suhu-kalor dan kemampuan berpikir kritis siswa SMPN 2 Purwodadi Kabupaten Pasuruan / Kasiani
Abstrak
ABSTRAK Kasiani 2017. Pengaruh Model Pembelajaran Creative Problem Solving terhadap Penguasaan Konsep Suhu-Kalor dan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa SMPN 2 Purwodadi Kabupaten Pasuruan. Tesis Program Studi Pendidikan Dasar Konsentrasi IPA Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Ibrohim M.Si (II) Dr. Lia Yuliati M.Pd. Kata Kunci model pembelajaran creative problem solving berpikir kritis penguasaan konsep suhu-kalor Kemampuan berpikir kritis merupakan salah satu kemampuan yang harus dimiliki siswa dalam abad ke-21. Kemampuan berpikir kritis sangat dibutuhkan siswa agar menjadi pribadi yang mandiri mampu memecahkan masalah dan mampu bersaing di era global. Sesuai dengan tujuan pendidikan pada kurikulum 2013 siswa diarahkan agar mempunyai kemampuan berpikir kritis selain penguasaan konsep yang baik. Kemampuan ini harus dilatihkan secara terus menerus agar mendapat hasil sesuai dengan yang diinginkan. Perlu dikembangkan suatu model pembelajaran yang dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis sekaligus pengusaan konsep siswa khususnya pada jenjang SMP. Model pembelajaran Creative Problem Solving merupakan model pembelajaran yang mengarahkan siswa menyelesaikan permasalahan dengan menekankan cara-cara kreatif dalam penyelesaiannya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan penguasaan konsep dan kemampuan berpikir kritis siswa antara yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Creative Problem Solving dan inkuiri terbimbing. Penelitian ini adalah kuasi eksperimen dengan rancangan pretest-posttest control group desing. Sampel penelitian ini adalah kelas 7A dan 7B SMPN 2 Purwodadi kabupaten Pasuruan Tahun Pelajaran 2016/2017. Sampel ditentukan dengan menggunakan teknik cluster random sampling. Data penguasaan konsep IPA diperoleh dari pretest dan posttest menggunakan tes pilihan ganda yang mencakup tingkat kognitif C2 C3 C4 C5 dan C6. Data kemampuan berpikir kritis siswa diperoleh dari pretest dan posttest menggunakan tes essay yang mencakup 7 indikator berpikir kritis yang dikembangkan oleh Ennis (2011) meliputi merumuskan masalah klarifikasi menantang membuat kesimpulan mengambil keputusan berdasar kriteria membuat prediksi dan menyampaikan pendapat secara tertulis . Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan uji ANCOVA. Kovariat pada penelitian adalah nilai pretest. Hasil penelitian adalah (1) tidak terdapat perbedaan yang signifikan pada penguasaaan konsep antara siswa yang dibelajarkan dengan model Creative Problem Solving dan siswa yang dibelajarkan dengan inkuiri terbimbing (2) terdapat perbedaan yang signifikan pada kemampuan berpikir kritis antara siswa yang dibelajarkan dengan model Creative Problem Solving dan yang dibelajarkan dengan model inkuiri terbimbing.