Skripsi
Kompetensi guru pendamping dalam pembelajaran anak usia 1-3 tahun di TPA Zam Zam (studi kasus di PAUD Terpadu Zam-zaam Polowijen Blimbing Malang) / Dewi Akmila Nuril Khasna
Abstrak
ABSTRAK Khasna Dewi Akmila Nuril. 2017. Kompetensi Guru Pendamping dalam Pembelajaran Anak Usia 1-3 Tahun di TPA Zam Zam (Studi Kasus di PAUD Terpadu Zam-Zam Polowijen Blimbing Malang). Skripsi Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan Unversitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. M. Ishom M.Pd (II) Dr. Ellyn Sugeng Desyanty M.Pd. Kata Kunci kompetensi guru pendamping pembelajaran anak usia dini Kompetensi merupakan hal yang sangat penting yang harus dimiliki oleh seorang pendidik. Tanpa kompetensi pendidik yang baik tentu kegiatan pembelajaran tidak dapat berlangsung dengan baik karena pembelajaran dirancang oleh pendidik dalam tempat penitipan anak sangat penting untuk tumbuh kembang anak nantinya. Penelitian ini bertujuan menganalisis kompetensi guru pendamping yang ada di TPA Zam Zam. Tujuan penelitian ini mengetahui kompetensi guru pendamping dalam pembelajaran anak usia 1-3 tahun di TPA Zam Zam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Informan dalam penelitian ini adalah tiga guru pendamping dan satu walikelas di TPA serta Kepala PAUD Terpadu Zam Zam. Teknik yang digunakan dalam pengambilan data melalui observasi wawancara serta studi dokumentasi. Proses analisis data dilakukan dengan langkah-langkah reduksi data penyajian data dan verifikasi data. Pengecekan keabsahan data dengan menggunakan triangulasi dan ketekunan pengamatan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kompetensi guru pendamping yang meliputi (1) perencanaan pelaksanaan dan evaluasi pembelajaran dilaksanan secara menyeluruh tanpa dibedakan berdasarkan kelompok usia (2) kepribadian ramah dan penuh senyum menyambut kedatangan anak ketika anak tidak menurut terjadi perubah sikap menjadi lebih tegas dengan nada bicara tinggi (3) tugas guru pendamping menurut lembaga hanya pengasuhan saja namun pelaksanaanya melaksanakan kegiatan pembelajaran dikelas yang tidak sesuai dengan tugas dari lembaga (4) menjalin komunikasi dengan orangtua melalui media sosial whatsapp dan berinteraksi secara langsung untuk menyampaikan informasi serta (5) peningkatan kompetensi guru pendamping dalam pembelajaran di TPA diikutkan pelatihan Diklat Dasar serta beberapa pelatihan. Berdasarkan hasil penelitian ini ada beberapa saran yaitu (1) kepala sekolah ditata ulang tentang jobdisk guru pendamping karena rancu apabila guru pendamping maka harus melakukan tugasnya sebagai guru pendamping selain mengikutsertakan pelatihan perlu diberikan motivasi kinerja guru sebagai alat evaluasi untuk memperbaiki kompetensi guru (2) guru pendamping kegiatan pembelajaran yang berbeda kelompok usia lebih diaktualisasikan kembali apabila kegiatan kelompok usia berbeda maka kegiatan harus berbeda. Peningkatan kompetensi diperluas kembali keahlian lainnya perlu diasah agar guru pendamping lebih kreatif dan inovatif dalam melaksanan kegiatan pembelajaran.