Skripsi
Analisis model pembangunan ekonomi sekitar kawasan konflik Gunung Kelud di Kabupaten Blitar / Luqman Badhowi
Abstrak
ABSTRAK Luqman Badhowi. 2017. Analisis Model Pembangunan Ekonom Sekitar Kawasan Konflik Gunung Kekud di Kabupaten Blitar. Skripsi Jurusan Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing Dr. Nasikh S.E. M.P. M.Pd Kata Kunci Model Pembangunan Ekonomi Konflik Gunung Kelud. Gunung Kelud kini menjadi objek yang diperebutkan kedua Pemerintah Daerah yaitu Kabupaten Blitardan Kabupaten Kediri. Konflik yang terjadi karena perbedaan presepsi antar daerah tersebut mengkibatkan terjadinya konflik horizontal. Menjadi menarik saat Gunung Kelud yang merupakan gunung dengan status aktif dan terletak diantara tiga kabupaten di jawa timur tetapi diklaim hanya oleh Pemda Kabupaten Blitar dan Kabupaten Kediri bahwa mereka pemilik sahnya. Konflik Gunung Kelud dimulai dari saling klaim antara pemerintah daerah Kabupaten Kediri dan Kabupaten Blitar. Kabupaten Kediri mempertahankan wilayah kawasan Gunung Kelud karena pembangunan Gunung Kelud kebanyakan dilakukan oleh Kabupaten Kediri. Kabupaten Blitar memeprtahankan wilayah Gunung Kelud karena merupakan wilayahnya yang dapat mempengaruhi jumlah DAUnya. Selain itu Kabupaten Blitar mengklaim bahwa wilayah Gunung kelud sejak dulu masuk wilayahnya. Tujuan dalam penelitian ini adalah mencari model pembangunan ekonomi dikawasan sekitar konflik Gunung Kelud di Kabupaten Blitar dan masalah atau kendala dalam menjalankan model pembangunan dikawasan sekitar konflik Gunung Kelud. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif yaitu menganlisis model pembangunan ekonomi disekitar kawasan konflik gunung kekud di Kabupaten Blitar. Data yang diambil terdiri dari dua jenis yaitu data primer dan data skunder. Data primer didapatkan langsung dari wawancara sedangkan data skunder didapatkan melalui Badan Pusat Statistik Kecamatan Gandusari 2015. Hasil penelitian menunjukan adanya tingkat pendidikan yang rendah disekitar kawasan Gunung Kelud adanya kelembagaan masyarakat yaitu Lembaga Masyarakat Desa Hutan dan potensi alam yang melimpah. Pembangunan ekonomi kawasan Gunung Kelud beberapa alternative produk pengelolaan kawasan dapat berbasis ekologi dibuat melalui tahapan perencanaan wisata yang viabilitas kegiatan dengan mempertimbangkan aspek prioritas manusianya kelembagaan yang dibentuk dan potensi yang tersebar sekitar dikawasan. Model pembangunan wanawisata adalah model pembangunan yang berbasis ekologi dengan memanfaatkan anugerah alam sehingga tidak memaksakan kebutuhan pembangunan ekonomi dengan kondisi alam sekitar. Dalam menjalankan model pembagunan ekonomi tersebut terdapat beberapa kendala yang dihadapi oleh Kabupaten Blitar antara lain lahan milik perhutani akses masuk milik perkebunan kawasan rawan bencana dan pendanaan yang kurang.