Skripsi
Potret literasi keuangan ibu rumah tangga (studi pada petani Desa Pijeran Kecamatan Siman Kabupaten Ponorogo) / Nurita Purlinasari
Abstrak
ABSTRAK Purlinasari Nurita 2017. Potret Literasi Keuangan Ibu Rumah Tangga (Studi Pada Petani di Desa Pijeran Kecamatan Siman Kabupaten Ponorogo). Skripsi. Jurusan Ekonomi Pembangunan. Fakultas Ekonomi. Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Thomas Soseco S.E. M.Sc. Kata Kunci Literasi Keuangan Ibu Rumah Tangga Masyarakat Desa Semakin kompleksnya kebutuhan yang harus dipenuhi menuntut individu untuk memiliki literasi keuangan yang memadai. Tingkat literasi keuangan di Indonesia masih rendah kondisi ini ditunjukkan dengan persentase orang dewasa yang memiliki rekening di institusi keuangan formal hanya mencapai 20 persen dari seluruh populasi orang dewasa. Kenyataan tersebut dikarenakan masih rendahnya pengetahuan masyarakat mengenai literasi keuangan. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan potret literasi keuangan ibu rumah tangga di Desa Pijeran Kecamatan Siman Kabupaten Ponorogo dengan melihat pendalaman keuangan melalui pengetahuan seseorang atas nilai suatu barang dan skala prioritas dalam hidupnya tabungan dan pinjaman asuransi dan investasi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data penelitian yang diperoleh berupa keadaan riil pemahaman ibu rumah tangga pada layanan jasa keuangan seperti tabungan kredit asuransi dan investasi. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik wawancara mendalam observasi dan dokumentasi. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data berupa peneliti sendiri. Untuk keabsahan data menggunakan triangulasi sumber dan perpanjangan waktu pengamatan. Kegiatan analisis data dimulai dari tahap pengumpulan data reduksi data penyajian data dan tahap penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil analisis data tersebut diperoleh simpulan hasil penelitian sebagai berikut 1) Kondisi potret literasi keuangan ibu rumah tangga di Desa Pijeran Kecamatan Siman Kabupaten Ponorogo relatif rendah ditinjau dari tingkat pengetahuan seseorang atas nilai suatu barang dan skala prioritas dalam hidupnya 2) Ibu rumah tangga tidak memiliki rekening tabungan pinjaman asuransi dan investasi 3) Masih adanya permasalahan atau hambatan ibu rumah tangga untuk mencapai literasi keuangan yang inklusif.