Skripsi
Identifikasi kesulitan siswa dalam memahami materi hidrolisis garam menggunakan instrumen tes pilihan ganda beralasan / Muhamad Rif\'an Mabruri
Abstrak
ABSTRAK Mabruri Muhamad Rif an. 2017. Identifikasi Kesulitan Siswa dalam Memahami Materi Hidrolisis Garam Menggunakan Instrumen Tes Pilihan Ganda Beralasan. Skripsi Jurusan Kimia Fakultas MIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. Muhammad Su aidy M.Pd. (II) Drs. H. Ridwan Joharmawan M.Si. Kata kunci Identifikasi Kesulitan Hidrolisis Garam Hidrolisis garam adalah materi kimia yang mengandung konsep berurutan aplikasi matematik dan banyak membutuhkan prasyarat. Salah satu prasyarat tersebut adalah konsep asam basa. Bila prasyarat tersebut tidak dipahami oleh siswa hal ini memungkinkan terjadi kesulitan dalam memahami materi hidrolisis garam. Kesulitan ini juga dapat terjadi pada siswa kelas XII MIA SMA Budi Utomo Perak karena menurut guru pengajar kimia di SMA Budi Utomo Perak penguasaan konsep asam basa siswa masih kurang. Oleh karena itu perlu adanya identifikasi mengenai kesulitan siswa kelas XII MIA SMA Budi Utomo Perak dalam memahami materi hidrolisis garam. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui persentase siswa kelas XII MIA SMA Budi Utomo Perak yang mengalami kesulitan dalam memahami materi hidrolisis garam yang meliputi sub materi (1) pengertian hidrolisis garam (2) sifat larutan garam (3) tetapan hidrolisis garam dan (4) pH larutan garam. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif yang bersifat mengidentifikasi kesulitan yang dialami oleh siswa kelas XII MIA SMA Budi Utomo Perak dalam memahami materi hidrolisis garam. Populasi pada penelitian adalah siswa kelas XII MIA SMA Budi Utomo Perak. Sampel pada penelitian ini adalah XII MIA 8 yang diambil dengan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian yang digunakan berupa tes pilihan ganda yang disertai alasan terbuka dari siswa terdiri dari 22 soal. Setelah data terkumpul kemudian dianalisis menggunakan teknik statistik deskriptif melalui penghitungan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (a) cukup banyak (56%) siswa yang mengalami kesulitan dalam menjelaskan pengertian hidrolisis garam (b) banyak (75 83%) siswa yang mengalami kesulitan dalam menentukan sifat larutan garam. (c) sedikit (6%) siswa yang mengalami kesulitan dalam menentukan tetapan hidrolisis garam (d) sedikit (27 23%) siswa yang mengalami kesulitan dalam menentukan pH larutan garam. Secara umum cukup banyak (41 27%) siswa yang mengalami kesulitan dalam memahami materi hidrolisis garam. Kesulitan paling banyak dalam menentukan sifat larutan garam yaitu dengan persentase kesulitan sebesar 75 83%.