UPT Perpustakaan UM

  • Beranda
  • Informasi
  • Repository UM
  • SIPADU UM
  • OPAC SIPADU

Pencarian Spesifik

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title

Skripsi

Produksi keratinase oleh Bacillus sp. MD24 menggunakan metode Solid-State Fermentation (SSF) / Uswatun Nurkhasanah

Nurkhasanah, Uswatun - Nama Orang;

Abstrak
ABSTRAK Nurkhasanah U. 2017. Produksi Keratinase oleh Bacillus sp. MD24 menggunakan Metode Solid-State Fermentation (SSF). Skripsi Jurusan Kimia FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Suharti S.Pd. M.Si. (II) Eli Hendrik Sanjaya S.Si. M.Si. Kata kunci keratin keratinase Bacillus sp. MD24 Solid-State Fermentation limbah industri pertanian. Keratinase adalah protease spesifik yang menunjukkan kemampuan untuk mendegradasi keratin. Ekstrak kasar keratinase dari Bacillus sp. MD24 yang diproduksi dengan metode Submerged Fermentation (SmF) telah terbukti dapat diaplikasikan untuk dehairing kulit kambing. Namun proses dehairing tersebut masih membutuhkan waktu 72 jam untuk menghilangkan bulu sepenuhnya. Hal tersebut disebabkan rendahnya aktivitas ekstrak kasar keratinase. Solid-State Fermentation (SSF) merupakan metode fermentasi alternatif yang dilakukan pada medium padat dengan kadar air rendah. SSF memiliki beberapa keuntungan misalnya produktivitas fermentasi yang tinggi stabilitas produk yang tinggi represi katabolik yang lebih rendah budidaya mikroorganisme khusus untuk substrat yang tidak larut dalam air dan memerlukan sterilisasi yang rendah. Limbah industri pertanian sering digunakan sebagai media SSF karena mengandung makonutrien dan mikronutrien yang penting untuk pertumbuhan bakteri dan proliferasi. Penelitian ini bertujuan untuk (1) menentukan tingkat kelembaban dan waktu produksi untuk menghasilkan aktivitas keratinase yang tinggi oleh Bacillus sp. MD24 menggunakan metode Solid-State Fermentation (SSF) dengan menggunakan substrat bulu ayam dan (2) mengetahui jenis dan jumlah sumber makronutrien tambahan yang dapat menghasilkan aktivitas keratinase tertinggi. Penelitian terdiri dari 7 tahapan yaitu (1) preparasi substrat bulu ayam jerami padi ampas tebu dan limbah tahu (2) regenerasi kultur murni Bacillus sp. MD24 (3) persiapan inokulum (4) penentuan kelembaban maksimum untuk menghasilkan produksi keratinase tertinggi menggunakan Solid-State Fermentation (SSF) (5) pengaruh penambahan limbah agroindustri (jerami padi ampas tebu dan limbah tahu) pada media produksi keratinase (6) pembuatan ekstrak kasar keratinase (7) penentuan aktivitas enzim dan (8) analisis data. Penentuan aktivitas enzim menggunakan kasein sebagai substrat. Kadar tirosin yang dihasilkan dari hidrolisis kasein dengan ekstrak kasar keratinase ditentukan secara spektroskopi pada panjang gelombang 280 nm. Produksi keratinase tertinggi menggunakan metode SSF diperoleh pada tingkat kelembaban 250 % dengan fermentasi selama 3 hari menghasilkan aktivitas 73 35 U/mL dan aktivitas total 11002 5 U. Limbah agroindustri terbaik yang ditambahkan pada bulu ayam adalah ampas tebu dengan perbandingan bulu ayam ampas tebu (5 1) menghasilkan aktivitas ekstrak kasar 258 24 U/mL dan aktivitas total 25824 U.


Informasi Detail
DDC
Rs 546.2 NUR p
Prodi
Universitas Negeri Malang. Program Studi Kimia, 2017.
Deskripsi Fisik
ix, 57 lembar : il. , tab. ; 30 cm
Bahasa
Indonesia
No Reg
06189/KI/17
Edisi
Skripsi (Sarjana)--Universitas Negeri Malang. 2017
Subjek
1. KIMIA, SENYAWA
2. COMPOUNDS (CHEMISTRY)

Pembimbing
1. Suharti ; 2. Eli Hendrik Sanjaya
Lampiran Berkas
You must be logged in to get fulltext


UPT Perpustakaan UM
  • Berita

Tentang Kami

TIM IT Perpustakaan 2023

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS

Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik