Skripsi
Pengembangan buku ajar dengan peta konsep mata pelajaran Pemodelan Perangkat Lunak kelas XI Program Keahlian Rekayasa Pearngkat Lunak SMK Negeri 5 Malang / Faqud Sanhafis
Abstrak
ABSTRAK Sanhafis Faqud. 2017. Pengembangan Buku Ajar dengan Peta Konsep Mata Pelajaran Pemodelan Perangkat Lunak di Kelas XI Program Keahlian Rekayasa Perangkat Lunak di SMKN 5 Malang. Skripsi Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik. Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. Suwasono M.T. (II) Dr. Ir. H. Syaad Patmantara M.Pd. Kata kunci Pengembangan Buku Ajar Pemodelan Perangkat Lunak. Pemerintah sudah menyiapkan sebuah lembaga dimana proses pendidikan dapat berlangsung dengan baik. Salah satunya adalah Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) sekolah ini dibangun untuk membentuk lulusan yang berkualitas dan siap kerja sesuai dengan bidangnya. Berdasarkan obeservasi yang telah dilaksanakan dan wawancara yang dilakukan dengan guru dan siswa di SMKN 5 Malang khususnya pada mata pelajaran Pemodelan Perangkat Lunak menyatakan bahwa bahan ajar yang tersedia saat ini tidak sesuai dengan standart kurikulum yang berlaku pengajar seringnya mencari dan mengunduh materi di internet dan kemudian menyampaikan kepada peserta didik. Hal itu menyebabkan materi yang diberikan kurang runtut dan jelas sehingga membuat peserta didik kurang tertarik dalam memahami materi tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk membuat bahan ajar berupa buku ajar cetak untuk mengatasi permasalaan yang terjadi agar nantinya diharapkan mampu meningkatkan kualitas belajar mengajar. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian pengembangan (Research and Development) dengan desain dari Borg and Gall. Tahapan-tahapan penelitian dan pengembangan yang dilakukan yaitu (1) Pengumpulan Informasi (2) Perencanaan (3) Pengembangan Produk Awal (4) Validasi (5) Revisi Produk (6) Uji Coba Kelompok Kecil (7) Revisi Produk (8) Uji Coba Kelompok Besar (9) Revisi Produk (10) Produksi Produk. Materi produk yang dikembangkan disesuaikan dengan Kompetensi Dasar pada Kurikulum 2013. Pada tahapan uji coba utama perolehan persentase sebesar 86 4% dari total 6 siswa sebagai responden. Pada tahapan uji coba operasional diperoleh hasil persentase sebesar 87 7% dari total 34 siswa sebagai responden. Dari hasil tersebut dapat diketahui bahwa bahan ajar yang dikembangkan layak digunakan untuk kegiatan pembelajaran