Skripsi
Sintesis dan karakterisasi senyawa kompleks dari ion tembaga (II) dengan ligan ion tiosianat dan isokuinolina / Linda Kusumawati
Abstrak
ABSTRAK Kusumawati L. 2017. Sintesis dan Karakterisasi Senyawa Kompleks dari Ion Tembaga(II) dengan Ligan Ion Tiosianat dan Isokuinolina. Skripsi Jurusan Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Drs. I Wayan Dasna M.Si. M.Ed. Ph.D. (2) Dr. Nazriati M.Si. Kata Kunci senyawa kompleks ion tembaga(II) ion tiosianat isokuinolina. Senyawa kompleks dari ion tembaga(II) dengan ligan ion tiosianat dan piridina maupun turunannya memiliki manfaat sebagai antimikroba. Misalnya adalah senyawa [Cu(py)2(NCS)2] (py piridina) dan [Cu(NAL)2(NCS)2] (NAL nikotinanilida). Isokuinolina memiliki ikatan rangkap terkonjugasi yang lebih banyak daripada turunan piridina yang lain. Senyawa kompleks dengan ligan yang memiliki ikatan rangkap terkonjugasi yang banyak diharapkan memiliki aktivitas antibakteri yang lebih baik sehingga senyawa kompleks dengan ligan isokuinolina diharapkan memiliki aktivitas antibakteri yang lebih baik daripada senyawa kompleks dengan ligan piridina maupun turunan piridina yang lain. Tujuan penelitian yaitu sintesis dan karakterisasi senyawa kompleks dari ion tembaga(II) ion tiosianat dan isokuinolina dengan perbandingan 1 2 2. Penelitian ini hanya dibatasi sampai sintesis karakterisasi dan prediksi struktur saja. Senyawa kompleks disintesis dengan mereaksikan CuCl2.2H2O KSCN dan isokuinolina dengan perbandingan 1 2 2 dalam pelarut metanol. Endapan hasil reaksi dilarutkan dalam campuran aseton metanol 3 4 dan dievaporasi lambat. Kristal senyawa kompleks hasil sintesis dikarakterisasi melalui uji titik lebur analisis SEM-EDX analisis FT-IR uji daya hantar listrik (DHL) dan uji kualitatif anion klorida. Berdasarkan hasil karakterisasi rumus kimia senyawa kompleks dapat ditentukan dan diprediksikan struktur yang paling stabil menggunakan software Gaussian 09W. Reaksi antara tembaga(II) klorida ion tiosianat dan isokuinolina dengan stoikiometri 1 2 2 menghasilkan kristal hijau gelap berbentuk balok dan terdekomposisi pada suhu 155-157 C yang menunjukkan senyawa tersebut baru dan murni. Analisis EDX menghasilkan rumus empiris C20H14N4S2Cu. Analisis FT-IR menunjukkan bahwa senyawa kompleks yang polimerik yang mengandung isokuinolina dan ion tiosianat. Analisis DHL dan analisis kualitatif anion klorida mengindikasikan bahwa senyawa kompleks merupakan senyawa molekuler. Hasil karakterisasi uji titik lebur analisis EDX analisis FT-IR uji DHL dan uji kualitatif anion klorida menunjukkan bahwa senyawa kompleks yang dihasilkan memiliki rumus kimia [Cu(IQ)2(SCN)2]. Rumus kimia tersebut sesuai dengan prediksi pertama dan kedua. Berdasarkan perhitungan energi bebas menggunakan software Gaussian 09W struktur yang lebih stabil adalah senyawa kompleks polimerik [Cu(IQ)2(NCS)2]n dengan geometri oktahedral terdistorsi. Struktur ini isostruktur dengan [Cu(py)2(SCN)2]n.