Skripsi
Pengaruh model pembelajaran guided inquiry terhadap berpikir kritis dan hasil belajar siswa kelas VIII SMP mata pelajaran IPA / Dian Puji Lestari
Abstrak
ABSTRAK Lestari Dian Puji. 2017. Pengaruh Model Pembelajaran Guided Inquiry terhadap Berpikir Kritis dan Hasil Belajar Siswa Kelas VIII SMP Mata Pelajaran IPA. Skripsi Program Studi Pendidikan IPA Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Dr. Susriyati Mahanal M.Pd. (2) Erni Yulianti S.Pd. M.Pd. Kata Kunci Guided inquiry Demonstrated Inquiry berpikir kritis hasil belajar. Pembelajaran Indonesia saat ini memiliki tujuan untuk mengembangkan self-concept pada diri siswa yang salah satunya dengan menerapkan model pembelajaran. Model pembelajaran inkuiri merupakan model pembelajaran yang disarankan oleh pemerintah karena proses inkuiri melibatkan aspek kognitif afektif dan psikomotor. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran guided inquiry dibandingkan dengan model pembelajaran demonstrated inquiry terhadap berpikir kritis dan hasil belajar siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Srengat mata pelajaran IPA. Desain penelitian yang digunakan adalah posttest only control group design. Populasi penelitian adalah seluruh kelas VIII SMPN 1 Srengat tahun ajaran 2016-2017. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah simple random sampling dan diperoleh satu kelas yang belajar dengan menggunakan guided inquiry dan satu kelas yang belajar dengan menggunakan demonstrated inquiry. Instrumen penelitian terdiri atas RPP guided inquiry dan demonstrated inquiry tema Sistem Transportasi dan Respirasi lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran dan butir soal hasil belajar dan berpikir kritis. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan tes hasil belajar sebanyak 6 soal dan 5 soal berpikir kritis. Teknik analisis data dilakukan dengan uji-T. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar dan berpikir kritis IPA antara kelas yang diterapkan guided inquiry dan demonstrated inquiry. Hasil uji-T kemampuan berpikir kritis siswa diperoleh Thitung 14 76 1 99 T tabel bahwa terdapat perbedaan kemampuan berpikir kritis siswa kelas eksperimen yang menggunakan model guided inquiry dengan siswa kelas kontrol yang belajar menggunakan demonstrated inquiry. Kemampuan berpikir kritis siswa kelas VIII SMPN 1 Srengat yang belajar dengan model guided inquiry lebih tinggi daripada siswa yang belajar dengan demonstrated inquiry ditunjukkan oleh nilai rata-rata sebesar 38 39 21 78. Uji T selanjutnya yaitu perbedaan hasil belajar kognitif siswa didapatkan T hitung 21 04 1 99 Ttabel bahwa terdapat perbedaan hasil belajar kognitif siswa kelas eksperimen yang menggunakan model guided inquiry dengan siswa kelas kontrol yang belajar menggunakan demonstrated inquiry. Hasil belajar IPA siswa kelas VIII SMPN 1 Srengat yang belajar dengan model guided inquiry lebih tinggi daripada siswa yang belajar dengan demonstrated inquiry ditunjukkan oleh nilai rata-rata sebesar 49 61 26 22. Kelebihan guided inquiry nampak pada kegiatan siswa yang mendesain kegiatan percobaan yang akan dilakukan dan menentukan langkah-langkah pembelajaran secara mandiri sesuai dengan alat dan bahan yang siswa miliki.