Skripsi
Analisis sifat fisik dan mekanik paduan Al-SI hasil cor rekayasa pasir cetak dengan bahan pengikat bentonit kombinasi semen portland / Okta Angga Pratama
Abstrak
ABSTRAK Pratama Okta Angga. 2017. Analisis Sifat Fisik dan Mekanik Paduan Al-Si Hasil Cor Rekayasa Pasir Cetak dengan Bahan Pengikat Bentonit Kombinasi Semen Portland. Skripsi. Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Dr. H. Andoko S.T. M.T (2) Rr. Poppy Puspitasari S.Pd. M.T. Ph.D. Kata Kunci sifat fisik sifat mekanik paduan Al-Si hasil cor. Hasil pengecoran paduan Al-Si menggunakan kombinasi pasir cetak dengan bahan pengikat bentonit dan semen portland. Jenis bahan pengikat bentonit terdiri atas swelling (Na-bentonit) dan non-swelling (Ca-bentonit). Kombinasi pasir cetak yang optimal adalah 4% bentonit swelling dan 6% semen Portland 6% bentonit non-swelling dan 4% semen Portland. Tujuan penelitian ini adalah untuk menemukan sifat fisik dan mekanik paduan Al-Si hasil cor. Sifat fisik meliputi karakterisasi fasa menggunakan X-Ray Diffraction (XRD) komposisi unsur menggunakan Energy Dispersive X-Ray (EDX) morfologi menggunakan Scanning Electron Microscope (SEM) dan struktur mikro menggunakan Optical Microscope. Sedangkan sifat mekanik meliputi kekuatan tarik ketangguhan impact dan kekerasan microvickers. Penelitian ini termasuk dalam kategori penelitian pre-experimental yang menggunakan model penelitian the one-shot case study. Berdasarkan karakterisasi fasa hasil cor paduan Al-Si ditemukan bahwa bentonit swelling masih mencapai lattice [311] sehingga belum menjadi single-phase sedangkan paduan Al-Si hasil cor menggunakan bentonit non-swelling menjadi single-phase lattice [111]. Hasil pengujian komposisi unsur menunjukkan hasil cor paduan Al-Si menggunakan bentonit swelling menghasilkan unsur Al 74 95% dan Si 21 73% sedangkan hasil cor paduan Al-Si menggunakan bentonit non-swelling menghasilkan unsur Al 80 57% dan Si 15 82%. Hasil pengujian morfologi hasil cor paduan Al-Si menggunakan bentonit non-swelling menunjukkan porositas yang lebih sedikit dibandingkan hasil cor paduan Al-Si menggunakan bentonit swelling porositas yang terjadi dipengaruhi oleh kompleksitas proses solidifikasi dan unsur paduan. Hasil pengujian struktur mikro menunjukkan bahwa hasil cor paduan Al-Si menggunakan bentonit swelling dan non-swelling mengindikasikan adanya kesamaan struktur mikro yang terbentuk yaitu berupa matrik Al dan eutektik Si. Kekuatan tarik hasil cor paduan Al-Si menggunakan bentonit swelling menghasilkan nilai lebih baik yaitu sebesar 10 76 Kgf/mm2. Ketangguhan impact terbaik sebesar 0 00592 Joule/mm2 terdapat pada Al-Si menggunakan bentonit non-swelling. Kekerasan microvickers terbaik sebesar 111 04 HV pada Al-Si menggunakan bentonit non-swelling. Nilai kekerasan tinggi terjadi karena adanya beda temperatur yang terjadi antara logam coran dan cetakan.