Skripsi
Analisis pola konsumsi dan tabungan pedagang di Pasar Burung Kota Malang / Vhenda Alviani
Abstrak
ABSTRAK Alviani Vhenda. 2017. Analisis Pola Konsumsi dan Tabungan Pedagang di Pasar Burung Kota Malang. Skripsi. Jurusan Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing Dr. Sugeng Hadi Utomo M.Ec. Kata Kunci fluktuasi pendapatan jumlah tanggungan rumah tangga pola konsumsi pengaruh iklan perencanaan pengelolaan pendapatan pola tabungan. Konsumsi rumah tangga adalah salah satu kegiatan ekonomi dalam lingkup rumah tangga untuk memenuhi kebutuhan barang dan jasa. System pemenuhan akan kebutuhan yang dilakukan secara berulang dalam jangka waktu tertentu dapat disebut sebagai pola konsumsi. Pola konsumsi merupakan pengeluaran pendapatan individu atas konsumsi kebutuhan primer dan sekunder yang menjadi ciri khas individu dalam melakukan kegiatan konsumsi. Umumnya pola konsumsi antar rumah tangga berbeda satu dengan lainnya namun ada pola keteraturan umum pada masyarakat saat mengalokasikan pendapatan yang dimiliki untuk membeli bahan makanan pakaian dan barang-barang pokok lainnya. Hal ini akan memunculkan pola dalam pengeluaran konsumsi serta tabungan rumah tangga yang diperngaruhi oleh berbagai faktor. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis (1) pola konsumsi pedagang di Pasar Burung Kota Malang (2) pola tabungan pedagang di Pasar Burung Kota Malang. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian kualitatif-fenomonologi. Data penelitian berupa hasil wawancara dan dokumentasi. Instrument yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar wawancara dan perekam suara. Analisis data yang dilakukan meliputi reduksi data penyajian data serta penarikan kesimpulan atau verifikasi. Dari hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwa (1) para pedagang yang berprofesi sebagai pedagang di Pasar Burung Kota Malang memiliki pol akonsumsi yang sama yakni mendahulukan konsumsi untuk keperluan bahan makanan sehari-hari dibandingkan dengan konsumsi non-makanan (2) para pedagang di Pasar Burung Kota Malang tidak semuanya memiliki tabungan dikarenakan oleh jumlah pendapatan yang hanya cukup memenuhi kebutuhan sehari-hari.