Skripsi
Pengembangan bahan ajar IPA terpadu dengan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) pada materi zat aditif dan zat adiktif untuk siswa SMP/MTs kelas VIII / Kirara Lena Siswanti
Abstrak
ABSTRAK Siswanti Kirara Lena. 2017. Pengembangan Bahan Ajar IPA Terpadu Dengan Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) Pada Materi Zat Aditif dan Zat Adiktif Untuk Siswa SMP/MTs Kelas VIII. Skripsi. Program Studi Pendidikan IPA Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Malang Pembimbing (1) Safwatun Nida S.Si. M.Pd (2) Sugiyanto S.Pd. M.Si Kata Kunci Pengembangan Bahan Ajar Terpadu Problem Based Learning (PBL) Materi Zat Aditif dan Zat Adiktif IPA merupakan suatu bidang ilmu yang membahas tentang makhluk hidup serta semua fenomena ataupun gejala yang terjadi di alam. Salah satu materi IPA pada SMP yaitu tentang zat aditif dan zat adiktif. Di dalam materi ini banyak ditemukan berbagai macam penyalahgunaan zat aditif maupun zat adiktif sehingga memunculkan banyak permasalahan yang harus diselesaikan oleh siswa. Salah satu model pembelajaran yang dapat mengasah keterampilan berpikir siswa yaitu Problem Based Learning (PBL). Berdasarkan hasil observasi dan wawancara menyatakan bahwa pembelajaran terkendala pada bahan ajar yang digunakan. Bahan ajar hanya beracuan pada satu bahan ajar dari pemerintah dan belum ada bahan ajar yang menerapkan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) pada materi zat aditif dan zat adiktif. Upaya yang dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut adalah dengan pengembangan bahan ajar dengan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL). Penelitian dan pengembangan dilakukan bertujuan untuk menghasilkan bahan ajar IPA terpadu dengan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) pada materi Zat Aditif dan zat Adiktif yang valid dan layak. Jenis penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan (Research and Development) dengan model 4-D yang mengadaptasi dari Thiagarajan. Penelitian dilakukan sampai dengan tiga tahap yaitu pendefinisian (define) perancangan (design) dan pengembangan (develop) sedangkan tahap penyebaran (disseminate) tidak dilakukan. Pengembangan bahan ajar yang dikembangkan berupa buku siswa dan buku guru. Bahan ajar yang dikembangkan melalui tahap validasi yang dilakukan oleh dosen ahli bahan ajar dan ahli materi. Uji keterbacaan dilakukan oleh guru dan siswa. Data yang diperoleh yaitu data kuantitatif dari perhitungan skor hasil validasi dan uji keterbacaan sedangkan data kualitatif diperoleh dari saran dan komentar yang diberikan. Bahan ajar yang dikembangkan terdiri dari buku siswa dan buku guru. Kedua buku memiliki komponen isi yang sama (cover daftar isi peta konsep permasalahan kegiatan siswa dan soal evaluasi). Pada buku guru dilengkapi dengan perangkat pembelajaran dan pembahasan soal. Hasil penelitian dan pengembangan menunjukkan bahan ajar yang dikembangkan sudah valid dan layak untuk digunakan dalam kegiatan pembelajaran IPA terpadu dengan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) pada materi Zat Aditif dan Zat Adiktif.