UPT Perpustakaan UM

  • Beranda
  • Informasi
  • Repository UM
  • SIPADU UM
  • OPAC SIPADU

Pencarian Spesifik

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title

Skripsi

Analisis metode Fuzzy-Analytical Hierarchy Process (FAHP) untuk pemetaan kerawanan tanah longsor di Kawasan Gunung Api Kelud, Jawa Timur / Farizki Dwitri Nurdiansyah

Nurdiansyah, Farizki Dwitri - Nama Orang;

Abstrak
RINGKASAN Nurdiansyah Farizki Dwitri. 2017. Analisis Metode Fuzzy-Analytical Hierarchy Process (FAHP) Untuk Pemetaan Kerawanan Tanah Longsor Di Kawasan Gunung Api Kelud Jawa Timur Jurusan Geografi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Syamsul Bachri S.Si. M.Sc. Ph.D. (II) Dr. Dwiyono Hari Utomo M.Pd. M.Si. Kata Kunci pemetaan tanah longsor metode FAHP validasi. Erupsi Gunung Api Kelud pada tahun 2014 menghasilkan material vulkanik sebesar 200 m3 x 106. Besarnya material yang dihasilkan menjadi sumber terhadap bahaya lain khususnya tanah longsor. Suplai material erupsi menyebabkan kawasan Gunung Api Kelud rawan terhadap bahaya tanah longsor. Pembuatan informasi kerawanan tanah longsor di kawasan Gunung Api Kelud menjadi sangat penting untuk dilakukan. Pemanfaatan kombinasi Fuzzy dan Analytical Hierarchy Process (FAHP) serta integrasi teknologi Sistem Informasi Geografis dan Penginderaan Jauh diaplikasikan dalam penelitian ini. Integrasi teknologi SIG penginderaan jauh dan observasi lapangan dilakukan untuk memperoleh informasi dan fakta yang menguatkan hasil dari penelitian. Dalam penilaian multikriteria yang digunakan terdapat 4 keriteria penyebab tanah longsor yang digunakan meliputi topografi hidrologi tanah dan lingkungan. Setiap kriteria kemudian diturunkan menjadi beberapa sub-kriteria yaitu slope elevasi TPI SPI TWI curah hujan tekstur tanah indeks COLE dan penggunaan lahan. Beberapa tahapan dilakukan dalam penelitian ini yang meliputi (1) kegiatan pra-lapangan (2) pengambilan sampel tanah dan observasi tanah longsor (3) uji laboratorium (4) inventariasasi kejadian tanah longsor (5) wawancara preferensi ahli (6) penerapan metode FAHP (7) penyimpanan dan pengolahan data melalui aplikasi SIG dan (8) visualisasi dan validasi pemetaan kerawanan tanah longsor. Melalui inventarisasi dapat dikumpulkan 646 titik kejadian longsor. Tingkat kerawanan terhadap tanah longsor diklasifikasikan ke dalam beberapa kelas. Masing-masing kelas kerawanan memiliki besaran luas area yang berbeda kelas kerawanan sangat tinggi sebesar 67 65 Km2 (24 977%) kelas kerawanan tinggi memiliki luas area sebesar 75 719 Km2 (27 957%) kelas kerawanan moderate memiliki luas area sebesar 74 976 Km2 (27 660%) kelas kerawanan rendah memiliki luas area sebesar 41 407 Km2 (15 288%) dan kelas kerawanan sangat rendah memiliki luas area sebesar 11 148 Km2 (4 116%). Mengacu pada hasil penelitian curah hujan menjadi pemicu utama terjadinya tanah longsor yang berkorelasi dengan faktor-faktor lainnya. Aplikasi metode FAHP menjadi invoasi dalam pemetaan kerawanan tanah longsor dengan kompleksitas hasil dan proses yang sistematik sehingga menunjukkan tingkat validasi dan realibilitas yang tinggi


Informasi Detail
DDC
Rs 551.3020959828 NUR a
Prodi
Universitas Negeri Malang. Program Studi Geografi, 2017.
Deskripsi Fisik
xi, 134 lembar : il. , tab. ; 30 cm
Bahasa
Indonesia
No Reg
06473/KI/17
Edisi
Skripsi (Sarjana)--Universitas Negeri Malang. 2017
Subjek
1. TANAH LONGSOR - JAWA TIMUR
2. LANDSLIDES - EAST JAVA

Pembimbing
1. Syamsul Bachri ; 2. Dwiyono Hari Utomo
Lampiran Berkas
You must be logged in to get fulltext


UPT Perpustakaan UM
  • Berita

Tentang Kami

TIM IT Perpustakaan 2023

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS

Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik