Skripsi
Implementasi pembelajaran model inkuiri terbimbing pada materi larutan penyangga di kelas XI IPA SMAN 02 Batu / Atik Fatimah
Abstrak
ABSTRAK Fatimah Atik. 2017. Implementasi Pembelajaran Model Inkuiri Terbimbing pada Materi Larutan Penyangga di SMAN 02 Batu. Skripsi Jurusan Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Drs. H. Dermawan Afandy M.Pd. (2) Dr. Suharti S.Pd. M.Si. Kata Kunci inkuiri terbimbing larutan penyangga Berdasarkan wawancara yang telah dilakukan dengan guru mata pelajaran kimia di SMAN 02 Batu pemahaman siswa kelas XI masih banyak yang belum bisa memahami konsep kimia asam basa. Selain itu siswa juga mengalami kesulitan dalam menghitung secara matematis yang berakibat pada hasil belajar siswa masih ada yang belum maksimal. Hasil wawancara yang dilakukan dengan guru kimia di SMAN 02 Batu menunjukkan bahwa biasanya materi larutan penyangga di ajarkan dengan menggunakan model pembelajaran ekspositori dan lebih banyak menggunakan metode ceramah. Dengan adanya kelemahan pada model pembelajaran ekspositori modifikasi perlu dilakukan pada model pembelajaran yang diterapkan disekolah dengan penerapan strategi pembelajaran student centered learning (siswa sebagai pusat belajar) disertai pendekatan konstruktivistik. Model pembelajaran inkuiri terbimbing dipilih sebagai alternatif model pembelajaran student centered lerning. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Penelitian dilaksanakan di SMA Negeri 02 Batu pada semester genap tahun ajaran 2016/2017 yaitu pada bulan Februari-April 2017. Pengumpulan data dilakukan setelah proses pembelajaran materi larutan penyangga. Data tersebut berupa hasil belajar kognitif siswa yang diperoleh dari nilai ulangan harian siswa serta data motivasi belajar siswa yang diperoleh dari angket motivasi belajar siswa setelah mengikuti pembelajaran pada materi larutan penyangga. Data yang sudah terkumpul kemudian diolah dan dianalisis secara kualitatif. Analisis kualitatif dilakukan untuk mengetahui bagaimana hasil belajar kognitif dan motivasi belajar siswa setelah dibelajarkan dengan model inkuri terbimbing pada materi larutan penyangga. Berdasarkan data yang didapatkan jumlah siswa yang memenuhi standar nilai KKM sebanyak 58 82% dan yang belum memenuhi standar nilai KKM sebanyak 41 18%. Hasil data angket motivasi menunjukkan bahwa sebanyak 97% siswa termotivasi dan 2 9% siswa kurang termotivasi. Hal ini menunjukkan bahwa motivasi belajar siswa masuk dalam kategori sangat baik.