Skripsi
Analisis penyaluran kredit usaha rakyat PT. Bank Rakyat Indonesia Unit Gatot Subroto Kota Malang bagi perkembangan UMKM pada sektor perdagangan di Kelurahan Kiduldalem Kecamatan Klojen Kota Malang / Aditya Bagus Rahmatullah
Abstrak
ABSTRAK Rahmatullah Aditya Bagus. 2017. Analisis Penyaluran Kredit Usaha Rakyat PT. Bank Rakyat Indonesia Unit Gatot Subroto Kota Malang Bagi Perkembangan UMKM Pada Sektor Perdagangan di Kelurahan Kiduldalem Kecamatan Klojen Kota Malang. Skripsi Jurusan Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing Dr. H. Sugeng Hadi Utomo M.S Kata Kunci Kredit Usaha Rakyat UMKM Kredit Usaha Rakyat (KUR) merupakan kredit atau pembiayaan yang diberikan oleh perbankan kepada UMKMK yang feasible tapi belum bankable. KUR dibagi menjadi 3 yaitu KUR mikro KUR ritel dan KUR penempatan TKI. Program KUR diluncurkan pada tanggal 5 November 2007. Dan salah satu penyalur KUR dengan nilai realisasi penyaluran KUR Mikro tertinggi di Indonesia adalah BRI dengan plafon Rp 17.897.532.590.000 dan debitur 1.118.865. Kota Malang merupakan salah satu daerah dengan tingkat realisasi KUR yang cukup tinggi yaitu sebesar 7 54 triliun. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan jenis penelitian fenomenologi. Data yang diambil berupa data primer yang didapatkan langsung dari wawancara kepada informan yaitu pegawai bank BRI unit Gatot Subroto kota Malang dan pelaku UMKM Pada Sektor Perdagangan di kelurahan Kiduldalem kecamatan Klojen kota Malang yang mengambil KUR di bank BRI unit Gatot Subroto kota Malang sedangkan data sekunder di dapat dari bank BRI berupa arsip/profil bank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran KUR dalam membantu permodalan pelaku UMKM yang disalurkan bank BRI unit Gatot Subroto kota Malang cukup baik. Hal ini dapat dilihat dari kondisi sebelum dan sesudah menerima KUR dimana para pelaku usaha mengalami peningkatan pendapatan. Pihak bank juga mendapatkan keuntungan dari bunga yang dihasilkan dari KUR. Namun banyaknya lembaga keuangan yang juga menyalurkan KUR membuat persaingan dalam mencari nasabah menjadi begitu ketat selain itu terdapat pelaku usaha yang tidak mampu mengangsur kreditnya hal tersebut dapat merugikan pihak bank berupa meningkatnya nilai NPL dan proses KUR kepada pelaku usaha tersebut menjadi tidak lancar. ABSTRACT Rahmatullah Aditya Bagus. 2017. The Distribution Analysis of KUR PT. Bank Rakyat Indonesia Unit Gatot Subroto Malang City Against Growth of Micro Small and Medium Enterprises to Trade Sector In Kelurahan Kiduldalem Kecamatan Klojen Malang City. Undergraduated Thesis Department of Economic Development Faculty of Economics State University of Malang. Supervisor Dr. H. Sugeng Hadi Utomo M.S Keywords People Business Credit Program Micro Small and Medium Enterprises People Business Credit Program (KUR) is credit or funding given by the bank to micro small medium and cooperative enterprise who feasible but not yet bankable. Kur have been divided into three namely KUR micro KUR retail and KUR placement migrant workers. KUR was launched by on 5 november 2007. And one of channeling KUR with the the realization of KUR micro highest in Indonesia is BRI with ceiling Rp 17.897.532.590.000 and debtors 1.118.865. Malang city is one of the areas to the level of realized KUR loans in a high is as much as 7.54 trillion. The methods used in this research is qualitative descriptive with the kind of research is phenomenology. The data were drawn in the form of primary or directly from interview to informants that is an employee of a bank BRI unit Gatot Subroto Malang city and micro small and medium enterprises at trade sector subject in kelurahan Kiduldalem kecamatan Klojen Malang city who takes KUR in a bank BRI unit Gatot Subroto Malang city while secondary data in a can of bank BRI of archive / profile bank. The result showed that the role of KUR was helped to budget some practitioners in the unfortunate channelled bank BRI unit Gatot Subroto the unfortunate good enough. This can be seen from business conditions before and after receiving KUR where entrepreneurs experienced an income increase. The bank also benefit of flowers resulting from KUR. Mostly the financial institutions are also provides KUR make competition in search of customers become so tight in addition there are entrepreneurs who cannot mengangsur credits it can harm the bank said of the increase in the value and the process of credit to operators are not well.