Skripsi
Otoritarianisme Sayap kanan (RWA) sebagai prediktor rasisme simbolik mahasiswa etnis Jawa FMIPA terhadap etnis Papua di Universitas Negeri Malang / Riyan Putranto
Abstrak
ABSTRAK Putranto Riyan. 2017. Otoritarianisme Sayap Kanan sebagai Prediktor Rasisme Simbolik Mahasiswa Etnis Jawa FMIPA terhadap Mahasiswa Etnis Papua di Universitas Negeri Malang. Skripsi Jurusan Psikologi Fakultas Pendidikan Psikologi Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Hj. Tutut Chusniyah M.Si (II) Aji Bagus Priyambodo S.Psi M.Psi Kata Kunci Rasisme Simbolik Otoritarianisme Sayap Kanan Mahasiswa Etnis Jawa Mahasiswa Etnis Papua Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui tingkat rasisme simbolik tingkat otoritarianisme sayap kanan dan otoritarianisme sayap kanan sebagai prediktor rasisme simbolik Mahasiswa Etnis Jawa FMIPA terhadap Mahasiswa Etnis Papua di Universitas Negeri Malang (UM). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survey dengan rancangan deskriptif dan korelasional prediktif. Populasi dalam penelitian ini sejumlah 2.500 orang dan sampel penelitian sejumlah 130 orang yang memiliki kriteria mahasiswa Etnis Jawa yang pernah satu kelas dengan Mahasiswa Etnis Papua. Teknik sampling yang digunakan adalah random sampling. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan skal Likert. Uji hipotesisi yang digunakan adalah regresi sederhana. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar Mahasiswa Etnis Jawa di FMIPA UM memiliki rasisme simbolik dan otoritarianisme sayap kanan dalam kategori sedang dan otoritarianisme sayap kanan dapat digunakan sebagai prediktor rasisme simbolik dengan signifikansi 0 000 yang berarti hipotesis dalam penelitian diterima dan nilai R 0 374 yang berarti bahwa otoritarianisme sayap kanan memiliki korelasi positif degan rasisme simbolik dan nilai R square 0 14 yang berarti bahwa variabel otoritarianisme sayap kanan memiliki pengaruh kontribusi sebesar 14% terhadap variabel rasisme simbolik. Saran yang dapat diberikan dalam penelitian ini adalah (1) bagi mahaiswa diharapkan dapat membangun interaksi positif dengan semua elemen mahasiswa lintas etnis terutama Mahasiswa Papua. (2) Bagi pejabat kemahasiswaan diharapkan mampu mengantisipasi adanya rasisme simbolik terhadap mahasiswa asal Papua maupun kelompok-kelompok minoritas lainya dengan menggalakan kampanye multikulturalitas. (3) Bagi peneliti selanjutnya disarankan menggunakan metode lain seperti eksperimen. Dalam hal variabel dapat dirubah dengan faktor lain yang mempengaruhi rasisme simbolik misalnya kategorisasi dan identitas sosial kompetisi atau fundamental and ultimate atribution error.