Skripsi
Kompetensi guru akuntansi dalam implementasi kurikulum 2013 di SMKN 1 Panji Kabupaten Situbondo / Wilda Farika Rahmayani
Abstrak
ABSTRAK Rahmayani Wilda Farika. 2017. Kompetensi Guru Akuntansi dalam Implementasi Kurikulum 2013 di SMKN 1 Panji Kabupaten Situbondo Skripsi Jurusan Akuntansi Progam Studi Pendidikan Akuntansi FE Universitas Negeri Malang Pembimbing Sriyani Mentari S.Pd M.M Kata Kunci Kompetensi Guru Implementasi Kurikulum 2013 Kurikulum 2013 mulai diberlakukan sejak tahun ajaran 2014/2015 di beberapa sekolah sebagai sekolah percontohan implementasi kuriikulum 2013. Masalah khusus dalam implementasi kurikulum 2013 yang kerap terjadi yaitu permasalahan guru karena guru merupakan pelaksana kurikulum dan sangat menentukan keberhasilan peserta didik dalam belajar. Ketidak siapan guru merupakan permasalahan dalam implementasi kurikulum 2013 yang terjadi di berbagai sekolah. Mengingat kurikulum 2013 telah terimplemntasi kurang lebih selama 3 tahun. peneliti bertujuan mengetahui secara mendalam bagaimana kompetensi guru yang ada di sekolah percontohan kurikulum 2013 dalam merencanakan melaksanakan dan mengevaluasi pembelajaran. Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif pendekatan kualitatif. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian studi kasus karena peneliti bertindak sebagai pengamat yang menganalisis why dan how dari suatu kasus. Pada penelitian ini peneliti bertindak sebagai instrumen utama yaitu sebagai perencana pelaksana pengumpulan data menganalisis data dan pada akhirnya menjadi pelapor hasil peneltian. Adapun sumber data dalam penelitian ini yakni sumber data primer dan skunder. Sumber data primer dalam penelitian ini adalah guru akuntansi siswa jurusan akuntansi dan waka SDM. Jumlah informan disesuaikan dengan kebutuhan infomasi. Sumber data skunder yaitu dokumen RPP buku pedoman dan buku refrensi yang sesuai dengan topik penelitian. Kompetensi guru cukup baik dalam pemahaman namun masih kurang dalam penyusunan. Guru menyusun RPP hanya sebagai formalitas pengumpulan dan penilaian. Hal tersebut karena kepala sekolah belum memperhatikan kompetensi guru baik dari kebijakan ataupun penilaian terhadap penyusunan RPP. Kepala sekolah perlu melaksanakan evaluasi terhadap kebijakan pengumpulan dan penilaian penyusunan RPP oleh guru. Kompetensi guru dalam pelaksanaan pembelajaran masih perlu ditingkatkan. Pemahaman maupun pelaksanaan pembelajaran kurikulum 2013 masih kurang. Pembelajaran masih berpusat pada guru. Akan tetapi untuk implementasi karakter guru telah menanamkan nilai-nilai karakter kepada siswa. Dalam hal ini sosialisasi dan pelatihan pembelajaran kurikulum 2013 perlu dilaksanakan kembali. Guru masih kesulitan dalam menyusun dan meyiapkan berbagai instrumen untuk penilaian autentik. Hal tersebut dikarenakan waktu dan kesiapan yang diperlukan untuk penilaian masih kurang. Dalam hal ini juga perlu adanya pelaksanaan sosialisasi dan pelatihan penilaian kembali. Pemberdayaan MGMP sebagai wadah untuk meningkatkan kompetensi guru belum optimal. Perlu adanya revitalisasi penyelenggaraan MGMP dengan menyusun panduan penyelenggaraan MGMP.