Disertasi
Deconstructing EFL teacher roles / Putu Suarcaya
Abstrak
ABSTRAK Suarcaya Putu. 2017. Deconstructing EFL Teacher Roles. Disertasi. Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Program pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Prof. Ali Saukah M.A. Ph.D. (II) Dr. Johannes A. Prayogo M.Pd. M.Ed. (III) Nunung Suryati M.Ed. Ph.D. Kata kunci dekonstruksi peran guru ideologi akuntabilitas kekuasaan Banyaknya penelitian dengan fokus peran guru menunjukkan pentingnya memahami guru dalam menjalankan tugasnya. Peran guru tidak ajeg tetapi selalu berubah seiring waktu. Perubahan ini terjadi karena interaksi dengan sesama guru dan interaksi dengan pihak lain di sekolah. Berkaitan dengan peran guru yang dinamis itu penelitian ini dilakukan untuk mengkaji makna yang ada dibalik perubahan peran guru. Penelitian ini secara spesifik diajukan untuk menjawab 2 pertanyaan yaitu (1) What roles do teachers construct dealing with their profession and (2) What teaching roles are deconstructed by EFL teachers in relation to their profession Data penelitian ini dikumpulkan menggunakan angket untuk menggali pengalaman mereka selama menjadi guru. Selanjutnya berdasar data dari angket tersebut responden diwawancarai. Hasil kedua data dinarasikan oleh peneliti sebagai bagian dari usaha peneliti untuk bersama dengan responden memaknai data yang dikumpulkan. Data dikumpulkan dari 5 responden yang dipilih berdasar tujuan penelitian dan ketersediaan akses. Data menunjukkan peran guru yang muncul disarikan ke dalam 3 kategori yang mencakup 17 subtema. Ketiga kategori itu adalah peran guru sebagai seorang individu sebagai wali kelas dan sebagai staf pimpinan. Satu grup ditambahkan untuk menampung peran guru yang belum pernah menjadi temuan pada penelitian sebelumnya. Grup tersebut dikategorikan sebagai unik (ideosinkrasi). Pada sisi lain sebanyak 10 kasus dekonstruksi peran guru berhasil diidentifikasi. Dekonstruksi itu muncul sebagai akibat dari adanya kontestasi ideologi baik dari dalam diri maupun pengaruh eksternal. Ideologi yang berhasil menjadi juara adalah ideologi yang memiliki kekuasaan lebih dari ideologi pesaing. Kekuasaan ini berhubungan dengan 4 hal yaitu kebijakan yang mengatur akuntabilitas guru masa lalu guru mimpi yang dimiliki dan pengaruh kolega di sekolah. Simpulan yang bisa ditarik dari temuan ini adalah guru memikul berbagai peran dalam melaksakan tugasnya. Tugas-tugas yang dipangku guru berkaitan erat dengan kapasitasnya sebagai seorang individu guru wali kelas dan pejabat di sekolah. Dalam menjalankan tugasnya dengan berbagai peran tersebut guru sering kali mengalami konflik ideology baik yang berasal dari internal guru maupun pengaruh luar. Mengingat pentingnya peran yang dimainkan seorang guru disarankan untuk memperkenalkan sejak dini kepada calon guru mengenai pemahaman professional bahwa sekolah bukan tempat yang netral. Memperkaya materi pembelajaran berkaitan dengan pengalaman guru-guru senior pada mata kuliah Pengembangan Profesi Guru sangat disarankan sehingga pengalaman tersebut bisa menjadi bahan diskusi di kelas untuk meningkatkan pemahaman calon guru mengenai profesi guru dan organisasi sekolah.