Tesis
Pengembangan pembelaharan mata kuliah bulutangkis berbasis blended learning / Marki Sandi
Abstrak
i ABSTRAK Marki Sandi. 2017. Pengembangan Pembelajaran Mata Kuliah Bulutangkis Berbasis Blended Learning. Tesis Pendidikan Olahraga Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Dr. Wasis D. Dwiyogo. M.Pd. (2) Dr. Supriyadi. M.Kes. Kata kunci pembelajaran bulutangkis blended learning dan hasil belajar Pembelajaran merupakan suatu proses interaksi yang dilakukan oleh pendidik dengan peserta didik yang diharapkan terjadi perubahan perilaku hasil belajar sejauh mana peserta didik memahami atau menguasai kegiatan pembelajaran tersebut. Dalam mata kuliah bulutangkis bukan hanya kemampuan psikomotor saja yang harus dikuasai. Kemampuan kognitif dan afektif juga menjadi pertimbangan dalam sebuah hasil belajar. Integrasi teknologi dalam pembelajaran bulutangkis membantu proses dan memberikan motivasi belajar serta blended learning membantu tenaga pengajar dalam menyampaikan materi sesuai dengan pembelajaran dan memfasilitasi pebelajar yang dapat diakses dimana dan kapan saja. Tujuan penelitian pengembangan ini adalah untuk menghasilkan sebuah produk pembelajaran pada mata kuliah bulutangkis berbasis blended learning (tatap muka offline dan online) serta menguji efektifitas efisiensi dan daya tarik produk pengembangan yang dihasilkan pada hasil belajar. Metode yang digunakan dalam penelitian pengembangan ini menggunakan model rancangan berbasis blended learning (Dwiyogo 2014 267-268). Langkahlangkah rancangan tersebut adalah (1) analisis kebutuhan pemecahan masalah (2) identifikasi sumber belajar dan kendala-kendala dalam mengaplikasikan pembelajaran berbasis blended learning dan (3) identifikasi karakteristik pebelajar. (4) menetapkan tujuan pembelajaran (5) memilih dan (6) menetapkan strategi pembelajaran. tahap evaluasi (7) uji coba (8) revisi (9) protipe pembelajaran berbasis blended learning. Pada langkah 1 sampai dengan 3 merupakan tahap analisis langkah 4 sampai dengan 6 merupakan tahap rancangan. Sedangkan tahap 7 sampai dengan 9 merupakan tahap evaluasi. Hasil dari penelitian pengembangan ini adalah menghasilkan produk pengembangan pembelajaran mata kuliah bulutangkis berbasis blended learning. Komponen-komponen pengembangan pembelajaran mata kuliah bulutangkis berbasis blended learning meliputi (1) metode tatap muka dengan menggunakan buku sebagai sumber belajar (2) metode pembelajaran offline dengan mengunakan multimedia interaktif yang dikemas pada software adope flash terdapat berbagai gabungan dari media berbeda yaitu dengan menggunakan komputer atau laptop sudah termasuk didalamnya penggunaan tulisan (text) suara (audio) gambar animasi musik dan video (3) metode pembelajaran online dengan memanfaatkan media sosial berupa edmodo. materi yang disajikan tentang hakikat sarana dan prasarana teknik dasar variasi latihan konsep permainan taktik dan strategi serta peraturan dan perwasitan dalam permainan bulutangkis serta terdapat soal latihan yang berbentuk kuis padaii setiap sub pokok bahasan sebagai eavaluasi pembelajaran. produk ini dibuat untuk para pengajar dan pebelajar yang dapat diakses dimana saja dan kapan saja. Hasil dari penelitian untuk uji kelayakan produk yang dilakukan terhadap 30 subjek penelitian yaitu diperoleh kriteria kemenarikan dengan persentase sebesar 86 83% kriteria kemudahan diperoleh persentase sebesar 85 28% kriteria kejelasan diperoleh persentase sebesar 85 69% dengan rata-rata keseluruhan diperoleh persentase sebesar 82 18%. Sedangkan pada uji efektifitas yang dilakukan selama tiga kali pertemuan dengan jumlah subjek sebanyak 25 mahasiswa mengalami perkembangan selama menggunakan model pembelajaran bulutangkis berbasis blended learning pada proses pembelajaran mahasiswa dapat mengerjakan setiap latihan soal evaluasi pada setiap pertemuan dengan nilai serta cacatan waktu yang baik hasil ini digunakan untuk mengetehui hasil efektifitas dan efisiensi produk sedangkan untuk mengetahui tingkat kemenarikan atau daya tarik produk pengembangan dilakukan menggunakan angket dengan persentase kemenarikan sebesar 89 33%. Dari hasil penelitian dan pengembangan yang telah dilakukan oleh peneliti maka dapat disimpulkan bahwa produk pengembangan pembelajaran mata kuliah bulutangkis berbasis blended learning ini dinyatakan layak serta dapat digunakan oleh pengajar maupun mahasiswa untuk penunjang dan sebagai referensi pada proses pembelajaran mata kuliah bulutangkis.