Tesis
Surviving in multicultural EFL learning environment / Rofinus Daton Warat
Abstrak
ABSTRAK Warat Rofinus Daton. 2017. Bertahan Belajar Bahasa Inggris sebagai Bahasa Asing di Lingkungan Belajar Multikultur. Tesis Program Studi Pengajaran Bahasa Inggris Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang Pembimbing (I) Prof. Ali Saukah M.A. Ph.D. (II) Dr. Sintha Tresnadewi M.Pd. Keywords lingkungan pembelajaran multikultur bertahan pendidikan tinggi Belajar di lingkungan pendidikan multikultur selalu menantang. Mengetahui bagaimana mahasiswa dari etnis minoritas bertahan di lingkungan belajar seperti ini merupakan suatu hal yang menarik. Dengan memilih mahasiswa Nusa Tenggara Timur yang sedang belajar EFL di Fakultas Bahasa dan Seni (selanjutnya FBS) Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga sebagai partisipan penelitian dipaparkan beberapa strategi yang mereka terapkan untuk bertahan di lingkungan belajar multikultur tersebut. Sebelum memaparkan strategi-strategi dimaksud terlebih dahulu diidentifikasi beberapa kendala umum yang mereka hadapi. Dalam penelitian ini digunakan pendekatan kualitatif. Metode studi kasus diterapkan untuk menjawab pertanyaan penelitian ini. Seperangkat kuesioner diberikan kepada mahasiswa Nusa Tenggara Timur untuk dijawab. Hal ini bertujuan untuk mengetahui gambaran umum tentang pengalaman belajar mereka di FBS dan kelayakan mereka untuk diwawancarai. Selanjutnya wawancara semiterstruktur dilakukan dengan tiga orang partisipan. Wawancara ini merupakan instrumen utama pengumpulan data. Wawancara dilakukan dalam Bahasa Indonesia untuk memperoleh informasi yang lebih mendalam dari partisipan. Hasil temuan penelitian memperlihatkan bahwa partisipan yang belajar EFL di lingkungan belajar multikultur menghadapi beberapa tantangan yang dapat menghalangi studi mereka. Tantangan-tantangan tersebut berasal dari partisipan sendiri dan lingkungan sosialnya. Kendala-kendala itu adalah penyesuaian dengan lingkungan belajar baru kecemasan dalam kelas nilai tidak cukup bahasa dan perubahan materi dan orientasi belajar mengajar. Untuk mengatasi tantangan-tantangan di atas partisipan mengembangkan strategi-strategi yang dapat membantu mereka bertahan belajar EFL di FBS. Semua strategi tersebut berkaitan dengan partisipan sebagai individu dan juga lingkungan sosialnya. Oleh karena itu strategi-strategi tersebut dibagi menjadi strategi personal dan strategi sosial. Strategi personal terdiri atas kemauan untuk belajar dari kesalahan berbaur dengan budaya lokal fokus pada studi mengembangkan prinsip belajar pribadi meningkatkan kepercayaan diri dan memotivasi diri sendiri. Sedangkan strategi sosial meliputi mentor pribadi relasi yang baik dengan para dosen dan teman-teman (dari daerah yang sama maupun berbeda) berpartisipasi dalam organisasi dan tinggal dengan teman-teman dari etnis berbeda. Para peneliti selanjutnya dianjurkan untuk memperluas cakupan penelitian untuk mengetahui variasi lain bagaimana para mahasiswa bertahan di berbagai lingkungan belajar EFL yang multikultur.