UPT Perpustakaan UM

  • Beranda
  • Informasi
  • Repository UM
  • SIPADU UM
  • OPAC SIPADU

Pencarian Spesifik

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title

Disertasi

Hubungan antara pengetahuan awal, kebiasaan belajar mandiri, keterampilan kerja dan kesiapan kerja siswa SMK program keahlian teknik bangunan / Metsi Daud

Daud, Metsi - Nama Orang;

Abstrak
ABSTRAK Daud Metsi. 2017. Hubungan Antara Pengetahuan Awal Kebiasaan Belajar Mandiri Keterampilan Kerja Dan Kesiapan Kerja Siswa SMK Program Keahlian Teknik Bangunan. Disetasi Program Studi Pendidikan Kejuruan Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbimg (I) Prof. Dr. Haris Anwar Syafrudie M.Pd. (II) Dr. Ahmad Dardiri M.Pd. (III) Dr. Tri Kuncoro ST. M.Pd. Kata kunci Pengetahuan awal kebiasaan belajar mandiri keterampilan kerja kesiapan kerja Kesiapan kerja merupakan kemampuan individu untuk menyelesaikan melaksanakan pekerjaan yang diberikan dengan baik tanpa mengalami kesulitan dan hambatan. Kesiapan kerja dapat menunjukkan seseorang siap menggunakan kemampuannya dalam mengerjakan sesuatu dimanapun posisinya untuk memenuhi kebutuhannya. Pengetahuan awal tentang mekanika teknik dan rencana anggaran biaya sangat penting dipahami oleh siswa untuk menunjang kesiapan kerja. Kebiasaan belajar mandiri merupakan suatu sikap yang memungkinkan seseorang memiliki sikap positif pandangan yang realistis terhadap situasi yang dihadapinya. Adanya kebiasaan belajar mandiri siswa memungkinkan orang bersikap tegas dan mampu secara umum mengidentifikasi keberadaan dirinya bahwa siap dan mampu melakukan apa yang dikerjakannya. Salah satu ukuran penting keberhasilan di tempat kerja adalah kemampuan siswa untuk menggunakan keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan pekerjaannya dan memenuhi tuntutan jasa konstruksi. Tujuan Penelitian ini untuk menguji signifikansi (1) hubungan antara pengetahuan awal dan kesiapan kerja siswa (2) hubungan antara kabiasaan belajar mandiri dan kesiapan kerja siswa (3) hubungan antara keterampilan kerja dan kesiapan kerja siswa (4) hubungan antara pengetahuan awal kebiasaan belajar mandiri secara simultan dan keterampilan kerja dan (5) hubungan antara pengetahuan awal kebiasaan belajar mandiri keterampilan kerja secara simultan dan kesiapan kerja siswa. Rancangan penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan penelitian korelasional. Objek penelitian adalah siswa sekolah menengah kejuruan program keahlian teknik bangunan kompetensi teknik konstruksi batu dan beton di Sulawesi Utara dengan jumlah siswa adalah 138 siswa dengan teknik menggunakan simple random sampling sehingga total sampel 103 siswa. Validitas instrumen mengguanakan validitas korelasi biserial dan korelasi Product Moment Pearson sedangkan uji reliabilitas instrumen digunakan teknik K-R 20 dan tekhnik Alpha Cronbach. Analisis data menggunakan analisis regresi untuk menguji hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan awal dan kesiapan kerja siswa. Kesiapan kerja ditentukan/dijelaskan oleh variat pengetahuan awal sebesar 13 84%. Hal ini mengandung pengertian bahwa jika terjadi peningkatan pada pengetahuan awal maka akan berakibat pada peningkatan pada kesiapan kerja siswa atau sebaliknya (2) Terdapat hubungan yang signifikan antara kebiasaan belajar mandiri dan kesiapan kerja siswa. Kesiapan kerja ditentukan/dijelaskan oleh variat kebiasaan belajar mandiri sebesar 17 39%. Hal ini mengandung pengertian bahwa jika terjadi peningkatan pada kebiasaan belajar mandiri maka akan berakibat pada peningkatan pada kesiapan kerja siswa atau sebaliknya (3) Terdapat hubungan yang signifikan antara keterampilan kerja dan kesiapan kerja siswa. Kesiapan kerja ditentukan/dijelaskan oleh variat keterampilan kerja sebesar 25 00%. Hal ini mengandung pengertian bahwa jika terjadi peningkatan pada keterampilan kerja maka akan berakibatiii pada peningkatan pada kesiapan kerja siswa atau sebaliknya (4) Terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan awal kebiasaan belajar mandiri secara simultan dan keterampilan kerja. Keterampilan kerja ditentukan/ dijelaskan oleh variat pengetahuan awal dan kebiasaan belajar mandiei sebesar 13 10%. Hal ini mengandung pengertian bahwa jika terjadi peningkatan pada pengetahuan awal kebiasaan belajar mandiri secara simultan maka akan berakibat pada peningkatan pada keterampilan kerja atau sebaliknya (5) Terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan awal kebiasaan belajar mandiri dan keterampilan kerja secara simultan dengan kesiapan kerja siswa. Kesiapan kerja ditentukan/dijelaskan oleh variat keterampilan kerja sebesar 37 40%. Hal ini mengandung pengertian bahwa jika terjadi peningkatan pada pengetahuan awal kebiasaan belajar mandiri keterampilan kerja secara simultan maka akan berakibat pada peningkatan pada kesiapan kerja siswa.


Informasi Detail
DDC
Rd 373.246076 DAU h
Prodi
Universitas Negeri Malang. Program Studi Pendidikan Kejuruan, 2017.
Deskripsi Fisik
xv, 204 lembar : il. , tab. ; 30 cm
Bahasa
Indonesia
No Reg
00316/KI/18
Edisi
Disertasi (Pasca Sarjana)--Universitas Negeri Malang. 2017
Subjek
1. SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN - PRESTASI BELAJAR
2. VOCATIONAL SCHOOL - STUDY AND TEACHING

Pembimbing
1. Haris Anwar Syafrudie ; 2. Ahmad Dardiri ; 3. Tri Kuncoro
Lampiran Berkas
You must be logged in to get fulltext


UPT Perpustakaan UM
  • Berita

Tentang Kami

TIM IT Perpustakaan 2023

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS

Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik